BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Teori adalah sekumpulan dalil yang berkaitan secara sistematis yang menetapkan kaitan sebab akibat diantara variable yang saling bergantung. Belajar adalah perubahan tingkah laku yang relatif tetap terjadi sebagai hasil latihan atau pengalaman. Perubahan yang dimaksud harus relatif permanen dan tetap ada untuk waktu yang cukup lama. Oleh karena itu sangat dibuuhkan teori-teori belajar. Kebutuhan akan teori adalah hal yang penting. Snelbecter dalam Ratna Wilis (1991:1), berpendapat bahwa perumusan teori itu bukan hanya penting, melainkan vital bagian psikologi dan pendidikan untuk dapat maju, berkembang dan memecahkan masalah-masalah yang ditemukan dalam setiap bidang. Untuk itu pemahaman tentang konsep-konsep dan prinsip-prinsip yang bersifat teoritis dan telah diuji kebenarannya melalui ekspreimen sangat dibutuhkan. Kebutuhan akan hal tersebut melahirkan teori belajar dan teori instruksional.
Teori belajar berhubungan dengan psikologi terutama berhubungan dengan situasi belajar. Teori belajar bersifat deskriptif dalam membicarakan proses belajar, sedangkan teori instruksional lebih bersifat preskriptif dan menerangkan apa yang harus dilaksanakan untuk membicarakan masalah-masalah praktis di dunia pendidikan (Snelbecker, 1974 dalam teori, 1997).
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas maka kami akan membahas makalah yang berkenaan dengan Teori-Teori Pembelajaran.
Untuk Selengkapnya DOWNLOAD HERE
Tampilkan postingan dengan label Psikologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Psikologi. Tampilkan semua postingan
Rabu, 05 September 2012
Kamis, 12 April 2012
Metode-Metode Psikologi
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Pada mulanya semua ilmu, termasuk psikologi, merupakan bagian dari filsafat. Sehingga ada pernyataan philosophy is the mother of sciences. Psikologi menjadi bagian dari filsafat berlangsung sampai abad ke-18. Pada saat itu pembahasan mengenai segi kejiwaan dilakukan dengan pendekatan filosofis oleh para filsuf. Pertanyaan utama yang ingin dijawab oleh para filsuf adalah : jiwa itu apa. Sedangkan metode yang dipakai dalam membahas hal tersebut adalah reflective thinking.
Banyaknya masalah yang timbul dari berbagai masalah dalm ilmu jiwa,, maka diperlukanlah cara menyelesaikannya yaitu melalui metode-metode yang telah di ada.
B. RUMUSAN MASALAH
1. Metode Psikologi
2. Metode Eksperimental
3. Metode Non-Eksperimental
Untuk Selengkapnya DownLoad Here
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Pada mulanya semua ilmu, termasuk psikologi, merupakan bagian dari filsafat. Sehingga ada pernyataan philosophy is the mother of sciences. Psikologi menjadi bagian dari filsafat berlangsung sampai abad ke-18. Pada saat itu pembahasan mengenai segi kejiwaan dilakukan dengan pendekatan filosofis oleh para filsuf. Pertanyaan utama yang ingin dijawab oleh para filsuf adalah : jiwa itu apa. Sedangkan metode yang dipakai dalam membahas hal tersebut adalah reflective thinking.
Banyaknya masalah yang timbul dari berbagai masalah dalm ilmu jiwa,, maka diperlukanlah cara menyelesaikannya yaitu melalui metode-metode yang telah di ada.
B. RUMUSAN MASALAH
1. Metode Psikologi
2. Metode Eksperimental
3. Metode Non-Eksperimental
Untuk Selengkapnya DownLoad Here
Pengertian Psikologi dan Ruang Lingkupnya
BAB I
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Pendidikan tentang jiwa psikolog dan psikolog pendidikan yang terpendam dalam diri manusia yang akhirnya dapat melahirkan pola berperilaku, gerak dan lain sebagainya. Dengan demikian pergerakan, pertumbuhan dan perkembangan semua itu menjadi petunjuk gejala adanya jiwa pada manusia.
Psikologi merupakan cabang ilmu yang masih muda atau remaja. Sebab, pada awalnya psikologi merupakan bagian dari ilmu filsafat tentang jiwa manusia. Menurut plato, psikologi berarti ilmu pengetahuan yang mempelajari sifat, hakikat, dan hidup jiwa manusia
B. RUMUSAN MASALAH
1. Pengertian Psikologi
2. Ruang Lingkup Psikologi
Untuk selengkapnya Download Here
Haji dan Umrah
BAB I
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Kalah kita berbicara tentang haji dan umrah maka kita terlebih dahulu mengetahui tentang definisi, hukum dan landasan dari ibadah tersebut karena kita harus mengetahui apa ibadah yang kita laksanakan dengan jelas agar ibadah haji dan umrah yang dilakukan berjalan dengan lancar dan sempurna, oleh karena itu kita juga harus mengetahui tentang syarat dan rukun dari kedua ibadah tersebut.
Haji adalah mengunjungi ka’bah (baitullah) di makkah untuk melaksanakan ibadah kepada Allah. Sedangkan umrah adalah berziarah ke baitullah, dan kedua ibadah ini fardhu ain hukumnya bagi umat islam.
B. RUMUSAN MASALAH
1. Pengertian Haji dan Umrah
2. Dasar Hukum Haji dan Umrah
3. Syarat, Rukun, Wajib Haji dan Umrah
4. Perbedaan Haji dan Umrah
5. Pandangan Ulama tentang Haji dan Umrah
Gejala Kejiwaan Manusia Normal dan Gejala Perhatian
BAB I
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG MASALAH
Manusia harus hidup, tidak hanya secara fisik, namun juga psikis. Dia perlu mempertahankan keseimbangan psikis tertentu kalau tidak ingin kehilangan kemampuan untuk berperan serta sebagaimana mestinya. Segala sesuatu yang dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan psikisnya sama pentingnya dengan yang ia butuhkan untuk menjaga keseimbangan fisiknya. Manusia adalah satu kesatuan, yang terjadi dengan kondisi fisik manusia akan mempengaruhi pula kondisi psikologis dan rohaninya. Psikologi umum sebagai ilmu pengetahuan mengkhususkan diri untuk menyelidiki atau mempelajari dan menerangkan kegiatan kegiatan psikis atau gejala-gejala kegiatan yang umumnya terdapat pada manusia manusia normal.
B. RUMUSAN MASALAH
a. Apa pengertian manusia normal ?
b. Bagaimana pembagian kelompok dan gejala gejala kejiwaan manuisa normal ?
c. Apa arti dan fungsi perhatian ?
d. Apa jenis dan tipe perhatian ?
e. Bagaimana upaya mengkonsentrasikan perhatian ?
Untuk Selengkapnya Download DISINI
Fase-Fase dan Ciri-Ciri Pertumbuhan dan Perkembangan
BAB I
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Pertumbuhan dan perkembangan ini sudah mulai sejak bertemunya sel telur dengan sperma dalam kandungan, lahir sampai dewasa. Pertumbuhan dan perkembangan ini menyangkut bidang jasmani dan rohani. Istilah pertumbuhan dan perkembangan, meskipun saling melengkapi, sebenarnya mempunyai arti yang berbeda. Pertumbuhan mengandung asli adanya perubahan dalam ukuran/fungsi mental-mental dan akan tampil adanya penambahan jumlah/ukuran dari hal-hal yang telah ada, sedangkan perkembangan mengandung makna pemunculan hal yang baru dan akan tampak adanya sifat-sifat yang baru, berbeda dari sebelumnya.
Dalam peristiwa pertumbuhan hanya menumbuhkan apa yang telah ada dan banyak bergantung pada faktor luar. Sedangkan pada perkembangan telah ada suatu potensi yang menentukan arah perkembangannya kelak, dengan demikian, yang dikeluarkan dalam perkembangan adalah waktu dan perawatan agar potensi yang lelah ada terealisasi. Meskipun demikian, antara dua peristiwa tersebut, harus ada keseimbangan yang sehat, kalau tidak akan menimbulkan ketidak normalan/penyimpangan-penyimpangan. Selama perkembangannya, kehidupan individu itu tidak statis melainkan dinamis, dan pengalaman belajar harus seusai dengan sifat-sifatnya dalam masa perkembangan tersebut.
B. RUMUSAN MASALAH
1. Pengertian Perkembangan
2. Fase-Fase dan Ciri-Ciri Pertumbuhan dan Perkembangan
Faktor Perkembangan dalam Psikologi
BAB I
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Sebenarnya, sudah beberapa abad lalu para ilmuwan dan para pemikir memperhatikan seluk-beluk kehidupan anak, khususnya dari sudut perkembangannya, untuk mempengaruhi berbagai proses perkembangan, mencapai kesejahteraan dan kebahagiaan hidup yang didambakan. Anak harus tumbuh dan berkembang menjadi manusia dewasa yang matang, yang sanggup dan mampu mengurus dirinya sendiri, dan tidak selalu bergantung pada orang lain, bahkan menimbulkan masalah bagi keluarga, kelompok atau masyarakat.
Sejak abad pertengahan, aspek moral dan pendidikan keagamaan, menjadi pusat perhatian dan menjadi tujuan umum dari pendidikan. Pandangan terhadap anak sebagai pribadi yang masih murni, jauh dari unsur-unsur yang mendorong anak pada perbuatan-perbuatan yang tergolong dosa dan tidak bermoral, bayak dipengaruhi oleh aktifitas-aktifitas keagamaan. Para tokoh agama dan kaum cendikiawan tentang masalah kemanusiaan, banyak mendorong dan mempengaruhi orang tua untuk memperlakukan anak secara berbeda dengan orang dewasa. Para teolog, dokter, filsuf, dan ahli pendidikan memberikan pandangan mengenai anak dan latar belakang perkembangannya, serta pengaruh-pengaruh keturunan dan lingkungan hidup terhadap kejiwaan anak.
Memasuki akhir abad ke 17, seorang filsuf Inggris bernama John Locke mengemukakan bahwa pengalaman dan pendidikan merupakan faktor yang paling menentukan dalam perkembangan kepribadian anak.
Meskipun dewasa ini sudah menjadi keyakinan umum bahwa setiap anak manusia perlu mendapatkan pendidikan, sekadar untuk menjadi bahan perbandingan, di sini dikemukakan teori-teori yang memberikan berbagai pandangan, baik yang menolak maupun yang menerima adanya pengaruh pendidikan tersebut.
B. RUMUSAN MASALAH
1. Aliran Nativisme atau Aliran Pembawaan
2. Aliran Empirisme atau Aliran Lingkungan
3. Aliran Konvergensi atau Aliran Persesuaian
Untuk Selengkapnya DownLoad Here
Minggu, 08 April 2012
Berbagai Aliran Dalam Ilmu Jiwa (Psikologi)
BAB I
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Psikologi diakui sebagai ilmu mandiri pada akhir abad ke-19. Selama dua abad sebelumnya, berbagai model dikembangkan mengenai apa yang semestinya menjadi subjek studi psikologi dan bagaimana studi tersebut dilakukan. Secara spesifik , selama abad ke-17 dan ke-18, berbagai model psikologi saling bersaing untuk mendominasi yang lain.
Para psikolog bekerja di banyak situasi terapan yang berbeda-beda, dan memiliki berbagai macam peran, bahkan dalam lingkungan akademiapsikologi kontemporer cukup sulit diidentifikasi.
Paling tidak, sistem-sistem psikologi yang dikembangkan pada abad ke-20 memberikan deskripsi yang masuk akal tentang bagaimana psikologi mencapai keragamanya. Fase sistem dalam perkembangan psikologi merupakan bagian penting dalam evolusi psikologi. Fase tersebut menunjukan kesulitan dalam mendefinisikan psikologi sebagai ilmu pengetahuan dan menempatkan psikologi dalam ilmu pengetahuan. Karena wujud empiris ilmu pengetahuan merupakan kesamaan utama di antara bidang-bidang kontemporer penelitian psikologi.
Kami disini akan menguraikanya dengan lebih detail lagi tentang apa yang di maksud dengan psikologi dan aliran-aliran yang timbul dalam perkembangan psikologi, diantaranya adalah aliran Assosiasi, Gestalt dan Behaviorisme.
B. RUMUSAN MASALAH
1) Definisi Psikologi
2) Timbulnya Aliran-Aliran Dalam Psikologi
• Aliran Assosiasi
• Aliran Gestalt
• Aliran Behaviorisme
Untuk selengkapnya DownLoad Here
Jumat, 30 Maret 2012
Sejarah Perkembangan Psikologi
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Sejarah perkembangan Psikologi ini sudah dimulai sejak zaman Yunani Kuno, yaitu ketika gejala-gejala psikologis sudah banyak menarik perhatian ppara sarjana filasafat. Pertanyaan klasik yang sering menggoda manusia untuk mencari dan menjawabnya adalah pertanyaan apakah jiwa itu, dari mana asalnya, apa tujuannya, bagaimana hubungan jiwa dan badan, dan sebagainya.
Masalah jiwa manusia memang penuh keunikan, sehingga mengundang banyak ahli untuk menyelidikinya. Meskipun demikian, tetap saja penyelidikan-penyelidikan sistematis yang dilakukan hingga kini masih belum mampu menjawab pertanyaan tersebut di atas. Karena itu, banyak ahli yang mengatakan bahwa jiwa itu adalah suatu misteri, bersifat rahasia (abstrak). Namun, hal itu tidak menutup kemungkinan bagi usaha perenungan dan penelitian untuk sedikit demi sedikit membuka rahasia jiwa manusia.
Oleh karena itu, banyak filosof Yunani dan Romawi yang merenungkan dan meneliti masalah tersebut. Meskipun corak berpikir filosof Yunani dan Romawi seperti Socrates, aristoteles, Plato, dan Ganelus masih spekulatif, tetap saja mereka telah berjasa dalam meletakkan dasar keingintahuan bagi pemikir selanjutnya untuk menyelidiki psikologi dengan metode-metode baru seperti observasi, angket, interview, eksperimen, dan sebagainya.
BAB II
PEMBAHASAN
Dalam bab ini, penulis akan membahas dua fase pokok perkembangan psikologi dilihat dari segi metode dan materinya, yaitu psikologi lama (kuno) di bawah pengaruh filsafat dan psikologi dibawah pengaruh ilmu pengetahuan alam.
A. ALIRAN PSIKOLOGI LAMA (KUNO)
Psikologi lama ini lahir sebelum tahun 1900, yang adakalanya dipengaruhi oleh filsafat dan ada juga yang dipengaruhi oleh ilmu pengetahuan alam.
1. Psikologi di bawah pengaruh filsafat
Para ahli psikologi dahulu adalah juga ahli filsafat. Hal ini dapat diketahui oleh karena pemikiran tentang kejiwaan dipengaruhi oleh pemikiran filsafati. Bahkan pada zaman lato dan Aristoteles, atau pada saat filsafat menjadi sebagai induk dari segala ilmu pengetahuan 9the mother of knowledge), psikologi masih menyatu dengan filsafat.
Pengaruh filsafat terhadap psikologi itu berlangsung sejak zaman Yunani Kuno (400 SM) sampai zaman pertengahan (500-1450) dan zaman baru (1800). Dua orang filosof yang juga menyelidiki kejiwaan manusia adlah Plato dan Aristoteles.
Untuk Selengkapnya Download Here
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Sejarah perkembangan Psikologi ini sudah dimulai sejak zaman Yunani Kuno, yaitu ketika gejala-gejala psikologis sudah banyak menarik perhatian ppara sarjana filasafat. Pertanyaan klasik yang sering menggoda manusia untuk mencari dan menjawabnya adalah pertanyaan apakah jiwa itu, dari mana asalnya, apa tujuannya, bagaimana hubungan jiwa dan badan, dan sebagainya.
Masalah jiwa manusia memang penuh keunikan, sehingga mengundang banyak ahli untuk menyelidikinya. Meskipun demikian, tetap saja penyelidikan-penyelidikan sistematis yang dilakukan hingga kini masih belum mampu menjawab pertanyaan tersebut di atas. Karena itu, banyak ahli yang mengatakan bahwa jiwa itu adalah suatu misteri, bersifat rahasia (abstrak). Namun, hal itu tidak menutup kemungkinan bagi usaha perenungan dan penelitian untuk sedikit demi sedikit membuka rahasia jiwa manusia.
Oleh karena itu, banyak filosof Yunani dan Romawi yang merenungkan dan meneliti masalah tersebut. Meskipun corak berpikir filosof Yunani dan Romawi seperti Socrates, aristoteles, Plato, dan Ganelus masih spekulatif, tetap saja mereka telah berjasa dalam meletakkan dasar keingintahuan bagi pemikir selanjutnya untuk menyelidiki psikologi dengan metode-metode baru seperti observasi, angket, interview, eksperimen, dan sebagainya.
BAB II
PEMBAHASAN
Dalam bab ini, penulis akan membahas dua fase pokok perkembangan psikologi dilihat dari segi metode dan materinya, yaitu psikologi lama (kuno) di bawah pengaruh filsafat dan psikologi dibawah pengaruh ilmu pengetahuan alam.
A. ALIRAN PSIKOLOGI LAMA (KUNO)
Psikologi lama ini lahir sebelum tahun 1900, yang adakalanya dipengaruhi oleh filsafat dan ada juga yang dipengaruhi oleh ilmu pengetahuan alam.
1. Psikologi di bawah pengaruh filsafat
Para ahli psikologi dahulu adalah juga ahli filsafat. Hal ini dapat diketahui oleh karena pemikiran tentang kejiwaan dipengaruhi oleh pemikiran filsafati. Bahkan pada zaman lato dan Aristoteles, atau pada saat filsafat menjadi sebagai induk dari segala ilmu pengetahuan 9the mother of knowledge), psikologi masih menyatu dengan filsafat.
Pengaruh filsafat terhadap psikologi itu berlangsung sejak zaman Yunani Kuno (400 SM) sampai zaman pertengahan (500-1450) dan zaman baru (1800). Dua orang filosof yang juga menyelidiki kejiwaan manusia adlah Plato dan Aristoteles.
Untuk Selengkapnya Download Here
Langganan:
Postingan (Atom)
