BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Teori adalah sekumpulan dalil yang berkaitan secara sistematis yang menetapkan kaitan sebab akibat diantara variable yang saling bergantung. Belajar adalah perubahan tingkah laku yang relatif tetap terjadi sebagai hasil latihan atau pengalaman. Perubahan yang dimaksud harus relatif permanen dan tetap ada untuk waktu yang cukup lama. Oleh karena itu sangat dibuuhkan teori-teori belajar. Kebutuhan akan teori adalah hal yang penting. Snelbecter dalam Ratna Wilis (1991:1), berpendapat bahwa perumusan teori itu bukan hanya penting, melainkan vital bagian psikologi dan pendidikan untuk dapat maju, berkembang dan memecahkan masalah-masalah yang ditemukan dalam setiap bidang. Untuk itu pemahaman tentang konsep-konsep dan prinsip-prinsip yang bersifat teoritis dan telah diuji kebenarannya melalui ekspreimen sangat dibutuhkan. Kebutuhan akan hal tersebut melahirkan teori belajar dan teori instruksional.
Teori belajar berhubungan dengan psikologi terutama berhubungan dengan situasi belajar. Teori belajar bersifat deskriptif dalam membicarakan proses belajar, sedangkan teori instruksional lebih bersifat preskriptif dan menerangkan apa yang harus dilaksanakan untuk membicarakan masalah-masalah praktis di dunia pendidikan (Snelbecker, 1974 dalam teori, 1997).
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas maka kami akan membahas makalah yang berkenaan dengan Teori-Teori Pembelajaran.
Untuk Selengkapnya DOWNLOAD HERE
Rabu, 05 September 2012
Teori Gelombang
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Gelombang adalah getaran yang merambat. Bentuk ideal dari suatu gelombang akan mengikuti gerak sinusoide. Selain radiasi elektromagnetik, dan mungkin radiasi gravitasional, yang bisa berjalan lewat vakum, gelombang juga terdapat pada medium (yang karena perubahan bentuk dapat menghasilkan gaya memulihkan yang le ntur) di mana mereka dapat berjalan dan dapat memindahkan energi dari satu tempat kepada lain tanpa mengakibatkan partikel medium berpindah secara permanen; yaitu tidak ada perpindahan secara masal.
Malahan, setiap titik khusus berosilasi di sekitar satu posisi tertentu.Satu gelombang dapat dilihat panjangnya dengan menghitung jarak antara lembah dan bukit (gelombang tranversal) atau menhitung jarak antara satu rapatan dengan satu renggangan (gelombang longitudinal).
B. Rumusan Masalah
Dalam makalah ini kami penulis ingin membahas maslaah Memahami Teori Gelombang yaitu Syarat-Syarat Listrik Tubuh dan Jenis-Jenis Alat Kedokteran yang Berkaitan dengan Kesehatan.
Untuk Selengkapnya Download DI SINI
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Gelombang adalah getaran yang merambat. Bentuk ideal dari suatu gelombang akan mengikuti gerak sinusoide. Selain radiasi elektromagnetik, dan mungkin radiasi gravitasional, yang bisa berjalan lewat vakum, gelombang juga terdapat pada medium (yang karena perubahan bentuk dapat menghasilkan gaya memulihkan yang le ntur) di mana mereka dapat berjalan dan dapat memindahkan energi dari satu tempat kepada lain tanpa mengakibatkan partikel medium berpindah secara permanen; yaitu tidak ada perpindahan secara masal.
Malahan, setiap titik khusus berosilasi di sekitar satu posisi tertentu.Satu gelombang dapat dilihat panjangnya dengan menghitung jarak antara lembah dan bukit (gelombang tranversal) atau menhitung jarak antara satu rapatan dengan satu renggangan (gelombang longitudinal).
B. Rumusan Masalah
Dalam makalah ini kami penulis ingin membahas maslaah Memahami Teori Gelombang yaitu Syarat-Syarat Listrik Tubuh dan Jenis-Jenis Alat Kedokteran yang Berkaitan dengan Kesehatan.
Untuk Selengkapnya Download DI SINI
Manfaat Meletakkan Batu Pada Perut Selama Masa Nifas
Pelaksanaan madeung dilakukan selama 7 hari berturut-turut, tetapi ada juga yang dilakukan oleh orang-orang tertentu selama empat puluh empat hari berturut-turut (selama masa nifas) yang biasanya selesai ritual madeung ini sang ibu akan melaksanakan “manoe peut ploh peut” atau mandi suci. Selanjutnya dilakukan proses bakar batu toet batee (pemanasan batu).
Tradisi ini telah dilakukan sejak lama dan secara turun temurun. Manfaat dari meletakkan batu pada perut selama nifas ini adalah sebegai berikut :
• Dipercaya mampu memulihkan kondisi kesehatan ibu secara holistik,
• Menjaga kesehatan tulang dan penampilan fisik ibu dimasa yang akan datang.
• Mampu menjaga tubuh dari proses penuaan.
• Mengembalikan kondisi pudun (rahim ibu) seperti sedia kala.
• Berperan penting dalam pemulihan organ genital ibu nifas.
• Untuk mengeringkan tubuh
• Mempercepat penyembuhan luka akibat persalinan
• Memulihkan penampilan fisik khusus di daerah perut.
• Menghilangkan bau badan.
Tradisi ini telah dilakukan sejak lama dan secara turun temurun. Manfaat dari meletakkan batu pada perut selama nifas ini adalah sebegai berikut :
• Dipercaya mampu memulihkan kondisi kesehatan ibu secara holistik,
• Menjaga kesehatan tulang dan penampilan fisik ibu dimasa yang akan datang.
• Mampu menjaga tubuh dari proses penuaan.
• Mengembalikan kondisi pudun (rahim ibu) seperti sedia kala.
• Berperan penting dalam pemulihan organ genital ibu nifas.
• Untuk mengeringkan tubuh
• Mempercepat penyembuhan luka akibat persalinan
• Memulihkan penampilan fisik khusus di daerah perut.
• Menghilangkan bau badan.
Angka Kematian Bayi
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Indonesia masih juga belum mampu mengatasi tingginya angka kematian ibu (AKI) yang 307 per 100.000 kelahiran hidup dan angka kematian bayi (AKB) 35 per 1.000 kelahiran hidup. "Itu berarti setiap tahun ada 13.778 kematian ibu atau setiap dua jam ada dua ibu hamil, bersalin, nifas yang meninggal karena berbagai penyebab," kata Direktur Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat Departemen Kesehatan Prof dr Azrul Azwar MPH.
Angka kematian bayi baru lahir (neonatal) penurunannya lambat, yaitu 28,2 per 1.000 menjadi 20 per 1.000 kelahiran hidup. Penyebab langsung berkaitan dengan kematian ibu adalah komplikasi pada kehamilan, persalinan, dan nifas yang tidak tertangani dengan baik dan tepat waktu.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, penulis ingin membahas masalah Angka Kematian Bayi secara singkat.
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Indonesia masih juga belum mampu mengatasi tingginya angka kematian ibu (AKI) yang 307 per 100.000 kelahiran hidup dan angka kematian bayi (AKB) 35 per 1.000 kelahiran hidup. "Itu berarti setiap tahun ada 13.778 kematian ibu atau setiap dua jam ada dua ibu hamil, bersalin, nifas yang meninggal karena berbagai penyebab," kata Direktur Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat Departemen Kesehatan Prof dr Azrul Azwar MPH.
Angka kematian bayi baru lahir (neonatal) penurunannya lambat, yaitu 28,2 per 1.000 menjadi 20 per 1.000 kelahiran hidup. Penyebab langsung berkaitan dengan kematian ibu adalah komplikasi pada kehamilan, persalinan, dan nifas yang tidak tertangani dengan baik dan tepat waktu.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, penulis ingin membahas masalah Angka Kematian Bayi secara singkat.
Jumat, 31 Agustus 2012
Makalah KJDK
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Kematian bayi dalam kandungan (Intra Uterine Fetal Death)dapat dikarenakan berbagai hal seperti terkena lilitan tali pusat, pendarahan serta akibat tekanan darah tinggi si ibu yang mengandung. Kematian janin dalam kandungan dapat dicegah dengan cara memeriksakan kandungan secara teratur ke dokter. Kalaupun terjadi kelainan pada masa kehamilan, bisa ditanggulangi sedini mungkin.
Bayi yang ada dalam kandungan selalu bergerak dan sebagian besar kasus bayi mati dalam kandungan karena kesalahan aktivitas yang dilakukan seperti berolahraga dengan gerakan-gerakan yang cukup giat/berlebihan. Karena itu dianjurkan selama masa kehamilan sebaiknya mengurangi aktivitas yang membahayakan janin dalam kandungan. Hal ini untuk mengantisipasi bayi yang dililit lehernya.Ibu hamil hendaknya selalu berhati-hati jika beraktivitas dan berkonsultasi dengan dokter secara teratur.
B. Tujuan
1. Agar mengetahui pengertian KJDK.
2. Supaya bisa memahami Etiologi dan Diagnosis KJDK.
3. Bisa dengan cepat menangani permasalahan KJDK.
4. Agar mampu mengetahui pengaruh KJDK terhadap ibu.
C. Rumusan Masalah
1. Pengertian KJDK.
2. Etiologi KJDK.
3. Diagnosis KJDK.
4. Penanganan terhadap KJDK.
5. Pengaruh Terhadap Ibu.
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Kematian bayi dalam kandungan (Intra Uterine Fetal Death)dapat dikarenakan berbagai hal seperti terkena lilitan tali pusat, pendarahan serta akibat tekanan darah tinggi si ibu yang mengandung. Kematian janin dalam kandungan dapat dicegah dengan cara memeriksakan kandungan secara teratur ke dokter. Kalaupun terjadi kelainan pada masa kehamilan, bisa ditanggulangi sedini mungkin.
Bayi yang ada dalam kandungan selalu bergerak dan sebagian besar kasus bayi mati dalam kandungan karena kesalahan aktivitas yang dilakukan seperti berolahraga dengan gerakan-gerakan yang cukup giat/berlebihan. Karena itu dianjurkan selama masa kehamilan sebaiknya mengurangi aktivitas yang membahayakan janin dalam kandungan. Hal ini untuk mengantisipasi bayi yang dililit lehernya.Ibu hamil hendaknya selalu berhati-hati jika beraktivitas dan berkonsultasi dengan dokter secara teratur.
B. Tujuan
1. Agar mengetahui pengertian KJDK.
2. Supaya bisa memahami Etiologi dan Diagnosis KJDK.
3. Bisa dengan cepat menangani permasalahan KJDK.
4. Agar mampu mengetahui pengaruh KJDK terhadap ibu.
C. Rumusan Masalah
1. Pengertian KJDK.
2. Etiologi KJDK.
3. Diagnosis KJDK.
4. Penanganan terhadap KJDK.
5. Pengaruh Terhadap Ibu.
Pencerminan (Refleksi) Menggunakan Alat Peraga
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Dalam penjelasan UU no. 2 tahun 1982 tentang sistem pendidikan nasional menyatakan bahwa “dalam kehidupan suatu bangsa, pendidikan mempunyai peranan yang sangat penting untuk menjamin perkembangan dan kelangsungan kehidupan bangsa yang bersangkutan”, karena melalui upaya pendidikan, kebudayaan dapat diwariskan dan dipelihara oleh setiap generasi bangsa. Pendidikan merupakan salah satu pilar utama dalam mengantisipasi masa depan, karena pendidikan selalu diorientasikan pada penyiapan peserta didik untuk berperan dimasa yang akan datang.
Permasalahan baru dalam pendidikan yaitu rendahnya hasil belajar siswa atau peserta didik disekolah, khususnya dalam pembelajaran matematika. Tujuan pembelajaran matematika adalah terbentuknya kemampuan bernalar pada diri siswa yang tercermin melalui kemampuan berfikir kritis, logis, sistematis dan memiliki sifat obyektif, jujur, disiplin, dalam memecahkan suatu permasalahan baik dalam bidang matematika, bidang lain maupun dalam kehidupan sehari-hari.
Didalam kegiatan belajar mengajar proses komunikasi antara guru dan siswa tidak selamanya berjalan lancar, sehingga hal tersebut dapat mempengaruhi pemahaman siswa tentang materi pelajaran pada umumnya dan pelajaran matematika pada khususnya. Untuk menghindari hal tersebut maka digunakan sarana yang dapat membantu proses komunikasi yaitu yang biasa disebut media pendidikan. Dalam pelajaran matematika, media pendidikan matematika lebih dikenal sebagai alat peraga matematika.
Setiap konsep matematika dapat dipahami dengan cukup, bila hal ini disajikan dengan siswa dengan bantuan berbagai macam penyajian konkrit, sehingga dalam pendidikan matematika dituntut adanya benda-benda konkrit yang menyatakan model dari ide-ide matematika. Benda-benda konkrit ini yang disebut alat peraga.(kris-21.blogspot.com,11 Oktober 2010)
B. Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas adapun perumusan masalahnya antara lain sebagai berikut:
1. Bagaimana cara membuat alat peraga.
2. Bagaimana cara menggunakan alat peraga.
C. Tujuan Pembuatan
Tujuan yang ingin dicapai pada pembuatan alat peraga ini adalah:
1. Menjelaskan konsep materi pencerminan (refleksi)
2. Mempermudah siswa dalam mempelajari dan memahami materi pencerminan (reflkesi)
Untuk Selengkapnya Download Di SINI
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Dalam penjelasan UU no. 2 tahun 1982 tentang sistem pendidikan nasional menyatakan bahwa “dalam kehidupan suatu bangsa, pendidikan mempunyai peranan yang sangat penting untuk menjamin perkembangan dan kelangsungan kehidupan bangsa yang bersangkutan”, karena melalui upaya pendidikan, kebudayaan dapat diwariskan dan dipelihara oleh setiap generasi bangsa. Pendidikan merupakan salah satu pilar utama dalam mengantisipasi masa depan, karena pendidikan selalu diorientasikan pada penyiapan peserta didik untuk berperan dimasa yang akan datang.
Permasalahan baru dalam pendidikan yaitu rendahnya hasil belajar siswa atau peserta didik disekolah, khususnya dalam pembelajaran matematika. Tujuan pembelajaran matematika adalah terbentuknya kemampuan bernalar pada diri siswa yang tercermin melalui kemampuan berfikir kritis, logis, sistematis dan memiliki sifat obyektif, jujur, disiplin, dalam memecahkan suatu permasalahan baik dalam bidang matematika, bidang lain maupun dalam kehidupan sehari-hari.
Didalam kegiatan belajar mengajar proses komunikasi antara guru dan siswa tidak selamanya berjalan lancar, sehingga hal tersebut dapat mempengaruhi pemahaman siswa tentang materi pelajaran pada umumnya dan pelajaran matematika pada khususnya. Untuk menghindari hal tersebut maka digunakan sarana yang dapat membantu proses komunikasi yaitu yang biasa disebut media pendidikan. Dalam pelajaran matematika, media pendidikan matematika lebih dikenal sebagai alat peraga matematika.
Setiap konsep matematika dapat dipahami dengan cukup, bila hal ini disajikan dengan siswa dengan bantuan berbagai macam penyajian konkrit, sehingga dalam pendidikan matematika dituntut adanya benda-benda konkrit yang menyatakan model dari ide-ide matematika. Benda-benda konkrit ini yang disebut alat peraga.(kris-21.blogspot.com,11 Oktober 2010)
B. Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas adapun perumusan masalahnya antara lain sebagai berikut:
1. Bagaimana cara membuat alat peraga.
2. Bagaimana cara menggunakan alat peraga.
C. Tujuan Pembuatan
Tujuan yang ingin dicapai pada pembuatan alat peraga ini adalah:
1. Menjelaskan konsep materi pencerminan (refleksi)
2. Mempermudah siswa dalam mempelajari dan memahami materi pencerminan (reflkesi)
Untuk Selengkapnya Download Di SINI
Kista Ovarium
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kista adalah kantong berisi cairan, kista seperti balon berisi air, dapat tumbuh di mana saja dan jenisnya bermacam-macam. Kista yang berada di dalam atau permukaan ovarium (indung telur) disebut kista ovarium atau tumor ovarium. Kista ovarium sering terjadi pada wanita di masa reproduksinya. Sebagian besar kista terbentuk karena perubahan kadar hormon yang terjadi selama siklus haid, produksi dan pelepasan sel telur dari ovarium. Perjalanan penyakit yang silent killer atau secara diam diam menyebabkan banyak wanita yang tidak menyadari bahwa dirinya sudah terserag kista ovarim dan hanya mengetahui pada saat kista sudah dapat teraba dari luar atau membesar.
Kista ovarium juga dapat menjadi ganas dan berubah menjadi kanker ovarium.Untuk mengetahui dan mencegah agar tidak terjadi kanker ovarium maka seharusnya dilakukan pendeteksian dini kanker ovarium dengan pemeriksaan yang lebih lengkap. Sehigga dengan ini pencegahan terjadinya keganasan dapat dilakukan. Kista ovarium memiliki jenis dan klasifikasi yang cukup banyak.Tergantung dari mana kista itu berasal.Untuk lebih lanjutnya akan penulis bahas pada tinjauan teori.
B. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dari makalah ini yaitu mengenai Kista Ovarium.
C. Tujuan Penulisan
Adapun tujuan penulisan dari makalah ini untuk menambah pengetahuan dan pemahaman tentang Kista Ovarium.
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kista adalah kantong berisi cairan, kista seperti balon berisi air, dapat tumbuh di mana saja dan jenisnya bermacam-macam. Kista yang berada di dalam atau permukaan ovarium (indung telur) disebut kista ovarium atau tumor ovarium. Kista ovarium sering terjadi pada wanita di masa reproduksinya. Sebagian besar kista terbentuk karena perubahan kadar hormon yang terjadi selama siklus haid, produksi dan pelepasan sel telur dari ovarium. Perjalanan penyakit yang silent killer atau secara diam diam menyebabkan banyak wanita yang tidak menyadari bahwa dirinya sudah terserag kista ovarim dan hanya mengetahui pada saat kista sudah dapat teraba dari luar atau membesar.
Kista ovarium juga dapat menjadi ganas dan berubah menjadi kanker ovarium.Untuk mengetahui dan mencegah agar tidak terjadi kanker ovarium maka seharusnya dilakukan pendeteksian dini kanker ovarium dengan pemeriksaan yang lebih lengkap. Sehigga dengan ini pencegahan terjadinya keganasan dapat dilakukan. Kista ovarium memiliki jenis dan klasifikasi yang cukup banyak.Tergantung dari mana kista itu berasal.Untuk lebih lanjutnya akan penulis bahas pada tinjauan teori.
B. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dari makalah ini yaitu mengenai Kista Ovarium.
C. Tujuan Penulisan
Adapun tujuan penulisan dari makalah ini untuk menambah pengetahuan dan pemahaman tentang Kista Ovarium.
Langganan:
Postingan (Atom)
