Welcome To http://www.cerminan hati al-insan.blogspot.com/ Semoga Bermanfaat.

Sabtu, 05 Mei 2012

Hubungan Sistem Pencernaan dengan Alat Reproduksi Wanita

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Sistem pencernaan berurusan dengan penerimaan makanan dan mempersiapkannya oleh tubuh. Makanan dalam arti “biologis” adalah tiap zat atau bahan yang dapat di gunakan dalam metabolisme guna memperoleh bahan-bahan untuk membangun atau memperoleh tenaga (energi) bagi sel. Untuk dapat digunakan dalam metabolisme, maka makanan itu harus masuk ke dalam sel
Selama dalam proses pencernaan makanan di hancurkan menjadi zat-zat sederhana dan dapat di serap oleh usus, kemudian digunakan oleh sel jaringan tubuh. Berbagai perubahan sifat makanan terjadi karna sintesis berbagai enzim yang terkandung  dalam berbagai cairan pencernaan. Setiap jenis enzim mempunyai tugas khusus dan bekerja atas satu jenis makanan dan tidak mempunyai pengaruh terhadap jenis makanan lainnya. Agar makanan itu berguna bagi tubuh, maka makanan itu harus didistribusi oleh darah sampai pada sel-sel diseluruh tubuh.

B.    Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas maka penulis akan membahas sedikit masalah HUBUNGAN SISTEM PENCERNAAN DENGAN ALAT REPRODUKSI WANITA.

BAB II
PEMBAHASAN

A.    Sistem Pencernaan
Secara singkat dan sederhana, sistem pencernaan makanan merupakan saluran yang menerima makanan dari luar tubuh, mempersiapkannya untuk diasimilasi di dalam oleh tubuh. Proses pencernaan meliputi pengunyahan, penelanan, dan pencampuran dengan enzim serta zat cair yang terbentang mulai dari mulut sampai ke rektum dan anus.


Proses pencernaan bisa dilakukan oleh 2 macam, yaitu :
a.    PENCERNAAN MEKANIS : yaitu pengunyahan dengan gigi, pergerakan otot-otot lidah dan pipi untuk mencampurkan makanan dengan air  ludah sehingga terbentuklah suatu bolus yang agak bulat di telan.               
b.    PENCERNAAN KIMIAWI : yaitu pemecahan zat pati (amilum) oleh ptiatlin (suatu amilase)  menjadi maltosa.suatu bukti ialah bila kita mengunyah nasi (zat pati). Lama kelamaan akan terasa sedikit manis. Ptialin bekerja di rongga mulut (pH 6,3-6,8) dan masih bekerja didalam lambung untuk pencernaan zat pati kira-kira 15 menit sampai asam lambung menurunkan pH shingga ptialin tidak bekerja lagi.
Struktur sistem pencernaan terbagi atas bagian-bagian berikut :
1.    Mulut (Oris)
Mulut (oris) merupakan rongga permulaan saluran pencernaan yang terdiri atas dua bagian :
•    Bagian luar yang sempit (vestibula) adalah ruang di antara gusi dan gigi dengan bibir dan pipi.
•    Bagian dalam (rongga mulut) adalah rongga pada mulut yang sisi-sisinya dibatasi oleh tulang maksilaris dan semua gigi, di atas ada palatum serta di sisi kiri kanan mandibularis. Lidah terletak di bawah dan di belakang dibatasi faring.
Gigi mempunyai fungsi :
•    Gigi seri (dens inssivus) untuk mendorong makanan;
•    Gigi taring (dens kaninus) untuk memutuskan makanan yang keras dan liat;
•    Gigi geraham (molare) untuk mengunyah makanan yang sudah dipotong-potong.
•    Lidah terdiri atas otot serta melintang dan dilapisi selaput lendir. Otot lidah dapat bekerja atau digerakkan ke segala arah. Struktur lidah terbagi menjadi 3 bagian :
•    Pangkal lidah (radiks lingua)
•    Punggung lidah (dorsum lingua)
•    Ujung lidah (apeks lingua)
Lidah mempunyai fungsi mengaduk makanan, membentuk suara, merasakan makanan dan sebagai alat pengecap, kemudian menelan.
Kelenjar ludah (saliva) terletak di sekitar rongga mulut. Terdapat tiga kelenjar ludah, yaitu :
•    Kelenjar parotis. Kelenjar ini letaknya di bawah depan dari telinga di antara prosesus mastoideus kiri dan kanan os mandibular. Dusktusnya bernama duktus stensoni keluar dari glandula parotis menuju ke rongga mulut melalui pipi (maskulus buksinator).
•    Kelenjar submaksilaris. Kelenjar ini terletak pada bawah rongga mulut bagian belakang, sedangkan duktusnya bernama duktus wartoni.
•    Kelenjar sublingualis. Kelenjar ini terletak di bawah selaput lendir dasar rongga mulut dan mengalir di dasar rongga mulut.
Di garis tengah sebuah lipatan membram mukosa menyambung lidah dengan lantai mulut. Di kedua sisi terletak papila sublingualis yang memuat lubang kelenjar  ludah submandibularis, tempat  lubang-lubang halus kelenjar ludah sublingualis bermuara.
Selaput lendir mulut di tutupi oleh epitelium yang berlapis-lapis. Di bawahnya terletak kelenjar  halus yang mengeluarkan lendir. Selaput ini kaya akan pembuluh darah dan juga memuat banyak  ujung akhir saraf sensoris.
2.    Tekak ( faring)
Organ ini merupakan organ yang menghubungkan rongga mulut dengan saluran makanan esofagus (kerongkongan). Dibagian organ ini terletak persimpangan antara saluran pernapasan dengan saluran makanan, letaknya di belakang rongga mulut dan rongga hidung, di depan ruas tulang belakang.
Tekak(faring) terletak  di belakang hidung, mulut dan tenggorokan. Tekak berupa saluran berbentuk kerucut dari bahan membram berotot dengan bagian terlebar  di sebelah atas dan berjalan dari dasar tenggorok sampai ketinggian vertebrata vertikalis keenam yaitu ketinggian tulang rawan krikoid. Tempat faring bersambung dengan kerongkongan  panjang faring kira-kira 7cm, faring bagian atas tiga bagian, yaitu;
•    Naso faring, di belakang hidung, di dinding pada daerah ini terdapat lubang saluran eustakius. Kelenjar-kelenjar adenoid terdapat pada naso faring.
•    Faring oralis, terletak di belakang mulut. Kedua tonsil  ada di dinding lateral  daerah faring ini.
•    Faring laringeal, ialah bagian terendah yang terletak di bagian laring. Di bagianfaring terdapat 7 lubang , 2 dari saluran  eustakius, 2 bagian posterior lubang hidung yang berada di belakang rongga hidung,mulut,laring dan esofagus.
3.    Kerongkongan
Kerongkongan (esofagus) adalah sebuah tabung berotot  yang panjangnya 25cm dan garis tengah 2cm, di atas di mulai dari faring sampai pintu masuk kardiak lambung di bawah.kerongkongan terletak di belakang trakea dan di depan tulang punggung. Setelah melalui torak menembus diafragma, untuk masukke dalam perut  atau abdomen yang mengandung dengan lambung (ventrikulus). Esofagus terutama berfungsi menghantarkan bahan yang di makan dari faring ke lambung.
Lapisan dinding esofagus dari dalam ke luar adalah :
•    Lapisan selaput lendir (mukosa)
•    Lapisan submukosa
•    Lapisan otot melingkar sirkuler
•    Lapisan otot memanjang longitudinal
4.    Lambung (Gaster)
Lambung atau perut besar(kanytong nasi) adalah bagian dari saluran pencernaan yang dapat mekar,terletak di dalam rongga perut agak ke sebelah kiri atau di bawah diafragma, di depan prankeas, sedangkan limfe menempel pada sebelah kiri fundus.
Bagian gaster ini terdiri atas:
•    Osteum kardiak adalah bagian akhir esofagus yang masuk ke dalam lambung
•    Fundus ventrikuli adalah bagian yang menonjol ke atas terletak di sebelah kiri osteum kardiak, biasanya terisi gas.
•    Korpus ventrikuli adalah badan lambung, setinggi osteum kardiak, lekukan pada bagian bawah kurvatura minor.
•    Kurvatura minor terletak di sebelah kanan lambung, dari osteum kardiak sampai pilorus.
•    Kurvatura mayor terletak di sebelah kiri osteum kardiak melalui fundus ventrikuli menuju ke kanan sampai pilorus inferior.
•    Antrum pilorus adalah bagian lambung berbentuk seperti tabung mempunyai otot tebal yang membentuk sfingter pilorus.
Fungsi gaster antara lain :
•    Tempat berkumpulnya makanan, menghancurkan, dan menghaluskan makanan oleh peristaltik lambung dan getah lambung.
•    Mempersiapkan makanan utnuk dicerna oleh usus dengan semua makan dicairkan dan dicampurkan dengan asam hidroklorida.
•    Mengubah protein menjadi pepton oelh pepsin.
•    Membekukan susu dan kasein yang dikeluarkan oleh renin.
5.    Usus Halus (Intestinum Minor)
Adalah tabung yang berukuran kira-kira 2,5 meter panjang dalam keadaan hidup . angka yg biasa di gunakan, 6 meter adalah penemuan setelah mati bila otot telah kehilangan tonusnya. Usus halus memanjang dari lambung sampai katu ileo-kolika, tempat bersambung dengan usus besar . (usus halus terletak  didaerah umbilikus dan di kelilingi oleh usus besar.
Usus halus di bagi tiga: usus dua belas jari (duodenum), usus kosong(yeyunum), dan usus penyerapan (ileum)
6.    Usus Besar ( Intetinum Mayor)
Organ tubuh berupa usu besar ini disebut juag kolon, panjangnya kira-kira 0,5 meter, ialah sambungan dari usus halus dan mulai di katup ileokolik, yaitu tempat sisa makanan lewat. Reflek  gastrokolid terjadi jika makanan masuk ke lambung dan menimbulkan peristaltik didalam usus tebal.Usus tebal mulai sbg kantong yang mekar dan padanya terdapat umbai cacing. Umbai cacing uga terdiri atas 4 lapisan yang sama separti usus lainnya. Hanya lapisan submokosa berisi sejumlah besar jaringan limfa.
Susunan usus besar dari atas ke bawah adalah:
•    Sekum
•    kolon asendens
•    kolon transversum
•    kolon desedens
•    kolon sikmoid
•    rektum
•    anus
Sekum adalah bermuaranya sisa makanan yang telah diserap usus halus melalui valvula baukini. Terletak di abdomen sebelah sebelah kanan bawah dan di bawah sekum terdapat apendiks vermiformis yang berbentuk seperti cacing sehingga disebut umbai cacing dengan panjangnya kurang lebih 6cm.dalam pemeriksaan kolonoskopi harus mencapai sekum, hal ini sebagai objektif bahw pemeriksaan telah di lakukan mulai dari anus,rektum,sigmoid , kolon desendends ,kolon transversum,kolon asendens,sampai dg sekum.
Kolon asendens : bagian kolon ini terdapat di abdomen sebelah kanan membujur ke atas dari ileum menuju ke bawah  hepar dan melengkung ke arah kiri menuju kolon transversum. Lengkingan ini biasa di sebut fleksura hepatika. Panjang kolon ini dapat mencapai 13cm.
Kolon transversum: bagian kolon ini membujur dari abdomen sebelah kanan kolon asendens ke abdomen sebelah kiri kolon desensden di bawah hepar dan lambung. Atau sebelah kanan terdapat fleksura hepatika dan sebelah kiri terdapat fleksura lienaris.panjangnya dapat mencapai lebih kurang 38cm dan bentuk lomen kolon transversum ini khas membentuk segitiga.
Kolon desendens: kolon ini panjangnya lebih kurang 25cm. Letaknya terdapat pada fleksura lienalis membujur dari atas ke bawah abdomen sebelah kiri sampai ke depan ileum kirikemudian menyambung dengan kolon sigmoid
Kolon sigmoid: kolon ini merupakan kelanjutan dari kolon desendens, terletak miring didalam abdomen bawah tepatnya pelvis sebelah kiri membentuk huruf’’s’’ dan ujung bawanya berhubungan dengan rektum.
Rektum: merupakan kelanjutan dari kolon sigmoid yang menghubungkan intestinum  mayor (usus besar atau kolon)dengan anus. Letaknya dalam rongga pelvis di depan osakrum dan os koksigius.
Anus adalah: saluran pencernaan makanan yang paling akhir serta menghubungkan intestinum mayor (usus besar atau kolon) dengan dunia luar. Letaknya di abdomen bawah bagian tengan di dasar pelvis setelah rektum.
Dinding otot anus di perkuat oleh tiga sfingter yakni:
1.    sfingter  aniinternus (tidak mengikuti keinginan).
2.    sfingter levator ani(tidak mengikuti keinginan)
3.    sfingterani eksternus(mengikuti keinginan)
Sedangkan kelenjar pencernaan terdiri atas :
1.    kelenjar ludah
2.    kelenjar lambung
3.    kelenjar usus
4.    hati
Hati terletak di sebelah kanan atas rongga perut  di bawah diafragma beratnya kira-kira 1,5 kg atau 2,5% berat badan pada orang dewasa normal oleh ligamen falsiformis  hati di bagi menjadi lobus kanan dan lobus kiri.pada lobus kanan terdapatjuga lobus kaudatus dan lobus kuadratus
5.    pankreas

B.    ORGAN REPRODUKSI PADA WANITA
1.    Anatomi Pinggul
Pinggul menggunakan tiga sistem organ utama yaitu organ reproduksi, kandung kencing , dan rektum. Rahim berbentuk buah per, organ berotot dan menepati posisi  tengah dalam pinggul. Leher rahim adalah bagian bawahnya dan menghubungkan bagian utama rahim dengan saluran luar untuk melahirkan atau vagina.melalui tiap sudut atas rahim, kedua tabung fallopi masing-masing masuk dari samping  dan mengeluarkan telur (ovum) dari indung telur (ovarium).
Didepan rahim terletak kandung kencing dimana urin dari ginjal di kumpulkan kemudian keluar melalui uretra, saluran untuk urin. Di belakang rahim dan vagina terletak bagian bawah dari usus besar, namanya rektum (usus poros).
2.    Alat Kelamin Bagian Luar
Pada kedua sisi silang vagina terdapat dua lipatan terdapatdua lipatan kulit.bagian luar yang lebih tebal di sebut labia mayora dan bagian dalam yang lebih tipis labia minora. Didepan liang vagina terletak mulut uretra dan klitoris yang sangat sensitif.di belakang vagina adalah daerah berkulit menutupi jaringan dinamakan perinium. Yang memisahkan vagina dari rektum dan anus.
Vestibulum, yaitu suatu celah yang terletak di antara di depan dan labia minora di kanan-kiri, padavestibulum ini terdapat:
a.    lubang vagina
Terletak di sebelah bawah. Ada sisi kanan kirinya terdapat muara kelenjar Bartolin. Kelenjar ini mengekskresikan lendir yang diperlukan sewaktu hubungan seks.
b.    lubang uretra
Terletak di antara klitoris dan vagina. Pada sisi kanan-kirinya terletak muara kelenjar skene yang juga mengsekseri lendir. Kelenjar ini homolog dengan kelenjar prostat pada pria.
3.    Alat Kelamin Dalam
a.    Vagina
Vagina (liang kemaluan) ditemukan setelah melewati introitus vagina yang menghubungkan introitus dan uterus, terletak di depan rektum dan dibelakang kandung kemih dan uretra.
b.    Serviks
Serviks adalah leher rahim, terdiri dari dinding otot yang kokoh mengelilingi saluran serviks pusat, dilapisi oleh selaput lendir yang banyak mengandung kelenjar yang mengeluarkan lendir.
c.    Badan Rahim
Badan rahim adalah organ yang berongga, berbentuk buah peer dan berotot, panjang kira-kira 7,5 cm dan lebar 5 cm, terletak ditengah-tengah rongga pinggul. Ke atas ia bersambung dengan tabung fallopi dan ke bawah berkelanjutan dengan leher rahim.
d.    Tabung Fallopi
sepasang tuba fallopi melekat pada fundus uteri, memanjang ke arah lateral, bukan merupakan saluran lurus tetapi mempunyai bagian yang lebar. Panjangnya 12 cm, dibedakan atas empat bgaian yaitu infundibulum, ampula, istmus dan interstitial.
e.    Ovarium
Umumnya wanita mempunyai 2 ovarium, terletak dikiri dan kanan antara uterus dan dinding penggul. Fungsi utama dari ovarium adaalh menyelenggarakan ovulasi dan menghasilkan hormon seks steroid dalam jumlah yang dibutuhkan untuk pertumbuhan, perkembangan dan fungsi wanita normal.

C.    Hubungan Sistem Pencernaan Dengan Sistem Reproduksi Wanita
Antara sistem pencernaan dengan sistem reproduksi wanita pastinya adanya hubungannya. Hubungannya yaitu melalui beberapa alat pencernaan yaitu:
1.    Mulut
Gusi hiperemi, berongga, dan membengkak. Gusi cenderung mudah berdarah karena kadar estrogen yang meningkat menyebabkan peningkatan vaskularitas selektif dan poliferasi jaringan ikat (gingivitis tidak spesifik). Tidak ada peningkatan sekresi saliva. Namun, wanita mengeluhkan ptialisme (kelebihan saliva) perasaan ini diduga akibat wanita secara tidak sadar jarang menelan saat merasa mual.
2.    Gigi
Wanita hamil memerlukan sekitar 1,2 g kalsium dan fosfor dalam jumlah yang kira-kira sama setyiap hari selama ia hamil. Kebutuhan kalsium dan fosfor ini lebih tinggi sekitar 0.4 g daripada kebutuhan saat ia tidak hamil. Diet yang seimbang memenuhi kebutuhan ini. Namun, defisiensi diet yang berat dapat mengurangi simpanan unsur-unsur ini di dalam tulang, tetapi tidak menarik kalsium dari giginya. Demineralisasi gigi tidak terjadi selama masa hamil. Oleh karena itu, pepatah kuno yang mengatakan “satu gigi untuk setiap anak” tidaklah benar. Hygiene gigi yang burukj selama masa hamil atau pada setiap waktu dan gingivitis dapat menimbulkan karies gigi yang dapat menyebabkan gigi hilang.
3.    Nafsu Makan
Nafsu makan berubah selama ibu hamil. Pada trimester pertama sering terjadi penurunan nafsu makan akibat mual (nausea) dan / atau muntah (vomitus). Mual dan muntah adalah masalah umum selama awal kehamilan. Banyak wanita yang merasa mual yang menyatakan keletihan. Wanita yang merasa mual sering mengatakan keletihan daripada mereka yang tidak mual, namun wanita yang merasa mual berat mengatakan keletihan yang lebih berat. Gejala ini muncul pada sekitar setengah jumlah kehamilan dan merupakan akibat perubahan pada saluran cerna dan peningkatan kadar hCG dalam darah. Pada trimester kedua, nausea dan vomitus lebih jarang dan nafsu makan meningkat. Peningkatan nafsu makan ini memenuhi kebutuhan untuk pertumbuhan janin.
4.    Esofagus, Lambung, dan Usus Halus
Pada sekitar 15% sampai 20% wanita hamil, heniasi bagian atas lambung (hiatus hernia) terjadi setelah bulan ke tujuh atau ke delapan kehamilan. Keadaan ini disebabkan pergeseran lambung keatas, yang menyebabkan hiatus diafragma melebar. Kondisi ini lebih sering terjadi pada wanita multi para, wanita yang gemuk, atau wanita yang lebih tua. Peningkatan produksi estrogen menyebabkan penurunan sekresi asam hydrochloride. Peningkatan produksi progesterone menyebabkan tonus dan motilitas otot polos menurun, sehingga terjdi regergitasiesofagus, peningkatan waktu pengosongan lambung, dan peristalsis balik. Akibatnya, wanita “tidak mampu mencerna asam” atau mengalami nyeri ulu hati (pirosis). Sebagai respons terhadap peningkatan kebutuhan selama masa hamil, besi siap di absorpsi di usus halus. Pada umumnya, jika individu kekurangan besi, absorpsi meningkat. Peningkatan progesterone yang menyebabkan kehilangan tonus otot dan penurunan peristaltis menyebabkan absorpsi air di usus besar meningkat sehingga dapat terjadi konstipasi. Selain itu, konstipasi merupakan akibat hiperistalsis (perlambatan usus), pilihan makanan yang tidak lazim, kurang cairan, distensi abdomen akibat kehamilan, dan pergeseran khusus akibat kompresi. Hemoroid (varises vena di rectum dan anus) dapat semakin menonjol keluar atu berdarah saat buang air besar. Kebiasaan buang air tipe khas tinja terbentuk pada awal kehidupan. Variasi akan diperhatikan dan dapat dipersepsikan sebagai proses penyakit. Ileus yang melemah (melambat, pergerakan menurun) setelah melahirkan, kehilangan cairan setelah melahirkan dan rasa tidak nyaman di perineum menyebabkan konstipasi berlanjut.
5.    Kandung Empedu dan Hati
Kandung empedu cukup sering distensi akibat penurunan tonus otot selama masa hamil. Peningkatan waktu pengosongan dan pengentalan empedu biasa terjadi. Gambaran ini, bersama hiperkolesterolemia ringan akibat peningkatan kadar progesterone, dapat menyebabkan pembentukan batu empedu selama masa hamil. Fungsi hati sulit di nilai selama masa hamil, hanya sedikit perubahan fungsi hati yang terjadi selama masa hamil. Gejala-gejala yang mengganggu ini mereda segera setelah wanita melahirkan.
6.    Rasa Tidak Nyaman di Abdomen
Perubahan pada abdomen yang dapat menimbulkan rasa tidak nyaman meliputi panggul berat atau tertekan, flatulen (pembentukan gas berlebihan dalam lambung), distensi dan kram usus, serta kontraksi uterus. Selain pergeseran usus, tekanan akibat pembesaran uterus meningkatkan tekanan vena di dalam panggul. Walupun kebanyakan rasa tidak nyaman diabdomen yang merupakan konsekuensi perubahan maternal yang normal, petugas kesehatan harus secara konstan waspada terhadap kemungkinan gangguan, seperti obstruksi usus atau proses peradangan.
Apendistis mungkin sulit didiagnosa. Apendiks bergeser ke atas dank e arah lateral, ke tempat yang tinggi dank ke kanan.

BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Saluran pencernaan terdiri atas : mulut, tekak, terongkongan, lambung, usus halus, usus besar dan berakhir pada anus atau poros usus.
Alat Kelamin wanita terdiri dari: Vagina, Serviks, badan rahim, tabung fallopi, dan ovarium.
Antara sistem pencernaan dengan sistem reproduksi wanita pastinya adanya hubungannya. Hubungannya yaitu melalui beberapa alat pencernaan yaitu:
•    Mulut
•    Gigi
•    Nafsu Makan
•    Esofagus, Lambung, dan Usus Halus
•    Kandung Empedu dan Hati
•    Rasa Tidak Nyaman di Abdomen

B.    SARAN
Kami yakin dalam penyusunan makalah ini belum begitu sempurna karena kami dalam tahap belajar, maka dari itu kami berharap bagi kawan-kawan semua bisa memberi saran dan usul serta kritikan yang baik dan membangun sehingga makalah ini menjadi sederhana dan bermanfaat dan apabila ada kesalahan dan kejanggalan kami mohon maaf karena kami hanyalah hamba yang memiliki ilmu dan kemampuan yang terbatas



DAFTAR PUSTAKA
Irianto, K, 2004. Struktur dan Fungsi Tubuh Manusia Untuk Para Medis. Bandung.
Priyanto, Agus. 2008. Endoskopi Gastrointestinal, Gresik.
Pinem, S. 2009. Kesehatan Reproduksi dan Kontrasepsi. Jakarta.
J. Schust, D. J. Heffner, L. 2005. At A Glance Sistem Reproduksi, Boston.




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar