Welcome To http://www.cerminan hati al-insan.blogspot.com/ Semoga Bermanfaat.

Minggu, 15 April 2012

Thrombosit

BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah
Thrombophlebitis terjadi ketika terjadi pembengkakan dalam satu atau lebih pada vena sebagai akibat dari pembekuan atau penggumpalan darah. Thrombophlebitis terutama terjadi pada vena di kaki, dan kurang umum pada vena di lengan atau leher.
Kondisi ini biasanya berkembang karena imobilitas untuk jangka waktu yang relatif lama, seperti istirahat setelah operasi atau perjalanan dalam waktu yang lama di pesawat. Jika vena yang terkena tepat di bawah kulit, kasus ini disebut trombophlebitis superfisial. Sedangkan trombophlebitis yang terjadi di dalam jaringan otot disebut dengan deep vein thrombosis (DVT). DVT dapat menyebabkan komplikasi serius jika bekuan menjadi gumpalan (emboli) dan mulai beredar dalam darah, karena dapat menyebabkan penyumbatan arteri paru-paru (emboli paru).
Ada beberapa jenis pengobatan untuk penyakit ini mulai dari pencegahan perawatan diri dan metode untuk pengobatan dan pembedahan.

Untuk Selengkapnya DownLoad Here

Distosia Bayi Besar

BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah
Persalinan normal suatu keadaan fisiologis, normal dapat berlangsung sendiri tanpa intervensi penolong. Kelancaran persalinan tergantung 3 faktor ”P” utama yaitu kekuatan ibu (power), keadaan jalan lahir (passage) dan keadaan janin (passanger).  Faktor lainnya adalah psikologi ibu (respon ibu ), penolong saat bersalin, dan posisi ibu saat persalinan.
Dengan adanya keseimbangan atau kesesuaian antara faktor-faktor "P" tersebut, persalinan normal diharapkan dapat berlangsung.  Bila ada gangguan pada satu atau lebih faktor “P” ini, dapat terjadi kesulitan atau gangguan pada jalannya persalinan.
Kelambatan atau kesulitan persalinan ini disebut distosia. Salah satu penyebab dari distosia karena adalah kelainan  janin. Distosia berpengaruh buruk bagi ibu maupun janin. Pengenalan dini dan penanganan tepat akan menentukan prognosis ibu dan janin.

Untuk Selengkapnya DownLoad Here

Distosia

BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah
Persalinan normal suatu keadaan fisiologis, normal dapat berlangsung sendiri tanpa intervensi penolong. Kelancaran persalinan tergantung 3 faktor ”P” utama yaitu kekuatan ibu (power), keadaan jalan lahir (passage) dan keadaan janin (passanger). Faktor lainnya adalah psikologi ibu (respon ibu ), penolong saat bersalin, dan posisi ibu saat persalinan. Dengan adanya keseimbangan atau kesesuaian antara faktor-faktor “P” tersebut, persalinan normal diharapkan dapat berlangsung. Bila ada gangguan pada satu atau lebih faktor “P” ini, dapat terjadi kesulitan atau gangguan pada jalannya persalinan. Kelambatan atau kesulitan persalinan ini disebut distosia.
Salah satu penyebab dari distosia karena adalah kelainan jalan lahir lunak seperti vulva, vagina, serviks dan uterus. Distosia berpengaruh buruk bagi ibu maupun janin. Pengenalan dini dan penanganan tepat akan menentukan prognosis ibu dan janin

Untuk Selengkapnya DownLoad Here

Atonia Uteri

BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah
Atonia uteri merupakan penyebab terbanyak perdarahan pospartum dini (50%), dan merupakan alasan paling sering untuk melakukan histerektomi peripartum. Kontraksi uterus merupakan mekanisme utama untuk mengontrol perdarahan setelah melahirkan. Atonia uteri terjadi karena kegagalan mekanisme ini.
Perdarahan pospartum secara fisiologis dikontrol oleh kontraksi serabut-serabut miometrium yang mengelilingi pembuluh darah yang memvaskularisasi daerah implantasi plasenta. Atonia uteri terjadi apabila serabut-serabut miometrium tersebut tidak berkontraksi.

Untuk Selengkapnya Download Here

Huruf Hijaiyah

BAB I
PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG
Sungguh tiada yang akan pernah sebanding dengan Allah SWT. Dari hal yang paling kecil hingga segala sesuatu yang luar biasa besarnya. Buktinya, sebagaimana yang telah dijelaskan pada buku “Kajian Hati, Isyarat Tuhan” di bagian Penciptaan, dimana Al-Qur`an telah Dia ciptakan sebelum Manusia pertama, yaitu Adam AS diciptakan. Artinya sudah menjadi kehendak-Nya pula bahwa ketika umat manusia telah mendiami Bumi, maka akan ada golongan diantara mereka yang menggunakan huruf-hurut Hijaiyah sebagai alat bantu komunikasinya.
Huruf Hijaiyah ini sudah ada sejak zaman Nabi Ibrahim AS, dan memang beliau sendirilah yang menciptakan aksara ini dengan berdasarkan hidayah dari Allah SWT. Huruf Hijaiyah ini kemudian di turunkan kepada anaknya yaitu Ismail AS yang notabene menjadi cikal bakal dari bangsa Arab. Sedangkan anaknya yang satu lagi yaitu Ishaq AS yang merupakan cikal bakal dari Bani Israil tidak. Untuk itulah kemudian hari Bani Israil tidak menggunakan huruf Hijaiyah ini sebagai aksara mereka, melainkan menggunakan aksara Ibrani.
Kehendak Allah SWT mengenai huruf Hijaiyah ini bukan dengan tanpa alasan. Karena pada dasarnya sebagai perantara untuk dapat menjelaskan bahasa isyarat atau hal-hal yang bersifat tersirat dari-Nya. Hanya dengan huruf inilah maka banyak isyarat dari Allah SWT bisa di mengerti oleh manusia, dengan tujuan untuk menyadari bahwa dirinya hanyalah sebagai makhluk yang fana dihadapan Tuhan, sehingga dengan sendirinya akan tetap mengagungkan Asma-Nya, mengikuti perintah-Nya serta menjauhi segala bentuk larangan-Nya. Namun, pengetahuan akan bahasa isyarat ini tetap hanya diketahui oleh mereka yang diberikan hidayah oleh Allah SWT dan bisa disebarluaskan kepada yang lainnya.
Dengan demikian, maka menjadi sempurnalah huruf Hijaiyah ini  sebagai alat bantu bagi manusia, karena ia dapat memberikan penjelasan tentang hakekat isyarat dari Allah SWT, dimana tidak bisa dimiliki oleh aksara lainnya (Ibrani, Kanji, Latin, Palawa, Sansekerta, Paku, Hoeroglyp, dll). Untuk itulah mengapa Al-Qur`an pun turunnya di tanah Arab, dimana masyarakatnya menggunakan Hijaiyah sebagai aksara mereka sehari-hari.
B.    RUMUSAN MASALAH
1.    Pengertian Huruf Hijaiyah
2.    Sekilas Tentang Sejarah Huruf Hijaiyah
3.    Huruf-Huruf Hijaiyah
4.    5 M Agar Mudah Belajar Huruf Hijaiyah

Untuk Selengkapnya Download Here

Zakat Fitrah dan Zakat Profesi

BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG
Zakat merupakan suatu kewajiban yang diperintahkan oleh Allah SWT, sebagai suatu bentuk penyempurnaan kita sebagai orang islam, kewajiban membayar zakat itu selain tertuang dalam Al-Qur.an yang merupakan sumber hukum islam yang pertama, di dalam hadist juga yang merupakan sumber hukum islam yang ke dua setelah Al-Qur’an itu juga tertuang hadist tentang kefarduan atau kewajiban membayar zakat.
 Zakat ada dua macam, yaitu yang pertama itu yang berhubungan dengan dirinya (zakat fitrah), kemudian yang kedua adalah yang berhubungan dengan hartanya (zakat maal). Dalam pengaplikasiannya zakat bisa berbentuk macam-macam dalam hal pengeluaran hartanya, ada zakat untuk hasil tanaman, buah-buahan, zakat atas tanah, barang tambang, bahkan gagi binatang ternak serta yang lain sebagainya.
Jadi untuk lebih jelasnya, penulis akan mencoba untuk membahas bagaimana tentang zakat yang terangkum dalam hadist.

B.    RUMUSAN MASALAH
1.    Zakat Firah
2.    Zakat Profesi

Untuk Selengkapnya DownLoad Here

Ibadah Haji

BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG
Orang-orang Arab pada zaman jahiliah telah mengenal ibadah haji ini yang mereka warisi dari nenek moyang terdahulu dengan melakukan perubahan disana-sini. Akan tetapi, bentuk umum pelaksanaannya masih tetap ada, seperti thawaf, sa'i, wukuf, dan melontar jumrah. Hanya saja pelaksanaannya banyak yang tidak sesuai lagi dengan syariat yang sebenarnya. Untuk itu, Islam datang dan memperbaiki segi-segi yang salah dan tetap menjalankan apa-apa yang telah sesuai dengan petunjuk syara' (syariat), sebagaimana yang diatur dalam al-Qur'an dan sunnah rasul.
Latar belakang ibadah haji ini juga didasarkan pada ibadah serupa yang dilaksanakan oleh nabi-nabi dalam agama Islam, terutama nabi Ibrahim (nabinya agama Tauhid). Ritual thawaf didasarkan pada ibadah serupa yang dilaksanakan oleh umat-umat sebelum nabi Ibarahim. Ritual sa'i, yakni berlari antara bukit Shafa dan Marwah, juga didasarkan untuk mengenang ritual istri kedua nabi Ibrahim ketika mencari susu untuk anaknya nabi Ismail. Sementara wukuf di Arafah adalah ritual untuk mengenang tempat bertemunya nabi Adam dan Siti Hawa di muka bumi, yaitu asal mula dari kelahiran seluruh umat manusia.
B.    RUMUSAN MASALAH
A.    Macam-Macam Haji
1.    Tata Cara Pelaksanaan Haji Ifrad
2.    Tata Cara Pelaksanaan Haji Tamattu`
3.    Tata Cara Pelaksanaan Haji Qiran
B.    Hal-Hal Yang Dilarang Dalam Ibadah Haji
1.    Sanksi Bagi Orang Yang Melanggar Dalam Ibadah Haji
2.    Cara Membayar Kafarat Dan Dam Dalam Ibadah Haji
C.    Pandangan Ulama Tentang Ibadah Haji

Ijtihad

BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG
Berbicara mengenai ijtihad memang menarik. Ijtihad salah satu sumber inspirasi guna memacu Islam menyesuaikan dirinya dengan percepatan zaman. Tanpa ijtihad sama artinya mengembalikan kehidupan era millenium ini sesuai dengan seribu empat ratus tahun lalu. Mungkin umat Islam perlu memikirkan unta (lagi) sebagai ganti mobil dan kereta api selain sebagai alat transport yang ramah lingkungan juga sesuai dengan sunnah nabi yang senantiasa hilir mudik dengannya.
Ijtihad juga merupakan satu kata kunci guna dapat memahami Islam. Mengingat proses ijtihad membutuhkan kemampuan komprehensif seorang pemikir Islam (baca: mujtahid) atas ilmu-ilmu Islam dan tentunya ilmu-ilmu lain dan metodologi yang memiliki kaitan erat dalam proses penyimpulan sebuah hukum syariat.
Sayangnya, usaha memperbaharui pemahaman Islam (dengan tanpa melupakan usaha yang telah dilakukan) kemudian menjadi terbalik. Dengan slogan yang sama yaitu meneruskan tradisi ijtihad dengan penguasaan yang baik terhadap ilmu-ilmu dan metodologi yang berkembang sekarang namun dengan kemampuan ilmu-ilmu Islam yang tidak sebanding. Fenomena ini memang berbanding terbalik dengan mayoritas ulama

Kamis, 12 April 2012

Metode-Metode Psikologi

BAB I
PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG
Pada mulanya semua ilmu, termasuk psikologi, merupakan bagian dari filsafat. Sehingga ada pernyataan philosophy is the mother of sciences. Psikologi menjadi bagian dari filsafat berlangsung sampai abad ke-18. Pada saat itu pembahasan mengenai segi kejiwaan dilakukan dengan pendekatan filosofis oleh para filsuf. Pertanyaan utama yang ingin dijawab oleh para filsuf adalah : jiwa itu apa. Sedangkan metode yang dipakai dalam membahas hal tersebut adalah reflective thinking.
Banyaknya masalah yang timbul dari berbagai masalah dalm ilmu jiwa,, maka diperlukanlah cara menyelesaikannya yaitu melalui metode-metode yang telah di ada.

B.    RUMUSAN MASALAH
1.    Metode Psikologi
2.    Metode Eksperimental
3.    Metode Non-Eksperimental



Untuk Selengkapnya DownLoad Here



Kharisma (Gezag) dalam Kehidupan

BAB I
PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG
Kewibawaan  atau gezag bertujuan untuk membawa anak ke arah kekedewasaan. Secara berangsur-angsur anak dapat mengenal nilai-nilai hidup atau norma-norma dan menyesuaikan diri dengan norma-norma itu dalam hidupnya.
Syarat mutlak dalam pendidikan ialah adanya kewibawaan pada si pendidik. Tanpa kewibawaan itu, pendidikan tidak berhasil baik. Tetapi harus diingat, bahwa sianak kita didik bukan saja dengan hak, melainkan dengan kewajiban, membawa dirinya ke satu tingkatan untuk dapat berdiri sendiri, jadi anak menurut bukan karena diri si pendidik, melainkan karena norma-norma dan nilai-nilai dalam pribadi si pendidik.
Dalam makalah yang kami buat ini, akan kami jelaskan secara rinci mengenai definisi gezag, fungsi gezag, dan beda gezag dalam pendidikan, dan semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.
B.    RUMUSAN MASALAH
1.    Definisi Gezag
2.    Macam-Macam  Kewibawaan Dalam Kehidupan
3.    Fungsi Gezag
4.    Beda Gezag Dalam Kehidupan


BAB II
PEMBAHASAN
A.    DEFINISI GEZAG
Gezag berasal dari kata zeggen yang berarti “ berkata “. Siapa yang perkataannya mempunyai kekuatan mengikat terhadap orang lain, berarti mempunyai atau kewibawaan/gezag terhadap orang lain.
Gezag atau kewibawaan itu ada pada orang dewasa, terutama pada orang tua. Dapat kita katakan bahwa kewibawaan yang ada pada orang tua ( ayah dan ibu ) itu adalah asli. Orang tua dapat langsung mendapat

Pendidikan Di Masa Abu Bakar dan Umar Bin Khatthab

BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG
Pendidikan mempunyai sejarah yang sangat panjang. Terlebih lagi adalah pendidikan agama Islam. Pendidikan dalam sejarah peradaban anak manusia adalah salah satu komponen kehidupan yang paling urgen. Aktifitas ini telah dan akan terus berjalan semenjak manusia pertama ada di dunia sampai berakhirnya kehidupan di muka bumi ini.
Dalam pengertian yang seluas-luasnya, pendidikan Islam berkembang seiring dengan kemunculan Islam itu sendiri. Dalam konteks masyarakat Arab, dimana Islam lahir dan pertama kali berkembang, kedatangan Islam lengkap dengan usaha-usaha pendidikan –untuk tidak menyebut sistem– merupakan transformasi besar. Sebab masyarakat Arab pra-Islam tidak mempunyai sistem pendidikan formal.
Setelah wafatnya Muhammad penyebaran Islam dilanjutkan oleh sahabat-sahabat beliau, diantaranya adalah Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq dan Umar Bin Khathab. Maka dalam makalah kali ini kami akan memfokuskan pada masa khalifah itu.

B.    RUMUSAN MASALAH
1.    Masa Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq
2.    Masa Khalifah Umar Bin Khatthab




Untuk selengkapnya DownLoad Here

Musik Tradisional

1.    Latar Belakang Musik Tradisional Sesuai Dengan Kehidupan Masyarakat
Pengembangan musik tradisional yang cenderung mengarah kepada penyesuaian keperluan apresiasi masyarakat masa kini yang dinamis dan perilaku yang serba cepat, maka pertimbangan Pengembangan musik tradisional mengarah pula kepada penempatan dinamika musikal sebagai dasar disain dramatik penggarapan musik itu sendiri. Menggarap konsep pengembangan musik tradisional yang disesuaikan dengan keperluan seni pertunjukan. Adanya pengembangan berarti dinamika sebuah garapan musik yang berdasarkan kepada pengembangan musik tradisional telah membuka peluang terhadap beberapa jenis musik tradisional yang mempunyai pola melodi ataupun ritme dinamis yang mendapat tempat mengisi bahagian-bahagian dalam komposisi musik baru
Inspirasi musikal dalam hubungannya dengan penciptaan musik baru biasanya dipunyai oleh para seniman musik dan itu tidak dapat diprogramkan di lembaga pendidikan formal karena bakt kesenimanan itu sudah menjadi bawaan atau karunia yang diperolehnya semenjak dari lahir. Kenyataan seperti itu bisa kita lihat di lembaga-lembaga pendidikan formal bahwasanya mata pelajaran yang berhubungan dengan komposisi musik yang diajarkan seperti yang tertera di kurikulum namun hasilnya mahasiswa yang berbakat juga yang dapat mampu menyelesaikan dengan baik tanpa banyak rintangan dan kendala.
Kehadiran musik juga sangat menentukan dalam mengungkapkan ekspresi tarian tetapi sifatnya hanya sebagai pengiring tari, dan penggarapan musik dalam hal ini terikat dengan tradisional ke bentuk komposisi musik yang mempunyai beberapa konsepsi ideal, pengembangan beberapa musik tradisi yang dianggap dapat disatukan atas pertimbangan kemampuan seseorang dalam mencermati hubungan unsur-unsur musikal yang sebelumnya berada pada musik tradisi masing-masing untuk kemudian disatukan dalam bentuk baru. Dibandingkan antara pengembangan musik tradisional dalam komposisi musik baru dengan persoalan pengembangan musik tradisional dalam iringan tari (musik tari) yang sangat terikat dengan keperluan tari, maka terasa peluang kebebasan kreatif dalam menciptakan komposisi musik baru cukup banyak. Oleh sebab itu, seniman yang bergerak dalam kreativitas komposisi musik baru berpeluang menjaring ‘trend’ komposisi musik baru dunia untuk dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam proses penciptaan.




2.    Fungsi Musik Tradisional Sesuai Dengan Kehidupan Masyarakat Aceh
1.    Sarana upacara budaya (ritual)
Di Aceh, bunyi yang dihasilkan oleh instrumen atau alat tertentu diyakini memiliki kekuatan magis. Dari penjelasan di atas maka dapat dikatakan bahwa musik tradisional dapat berfungsi sebagai sarana dalam suatu upacara budaya (Ritual).
2.    Sarana Hiburan
Dalam hal ini, musik merupakan salah satu cara untuk menghilangkan kejenuhan akibat rutinitas harian,

Pengertian Psikologi dan Ruang Lingkupnya

BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG
Pendidikan tentang jiwa psikolog dan psikolog pendidikan yang terpendam dalam diri manusia yang akhirnya dapat melahirkan pola berperilaku, gerak dan lain sebagainya. Dengan demikian pergerakan, pertumbuhan dan perkembangan semua itu menjadi petunjuk gejala adanya jiwa pada manusia.
Psikologi merupakan cabang ilmu yang masih muda atau remaja. Sebab, pada awalnya psikologi merupakan bagian dari ilmu filsafat tentang jiwa manusia. Menurut plato, psikologi berarti ilmu pengetahuan yang mempelajari sifat, hakikat, dan hidup jiwa manusia

B.    RUMUSAN MASALAH
1.    Pengertian Psikologi
2.    Ruang Lingkup Psikologi

Untuk selengkapnya Download Here

Pendidikan Di Masa Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib

BAB I
PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG
Pendidikan Islam merupakan suatu hal yang paling utama bagi warga suatu negara, karena maju dan keterbelakangan suatu negara akan ditentukan oleh tinggi dan rendahnya tingkat pendidikan warga negaranya.
Salah satu bentuk pendidikan yang mengacu kepada pembangunan tersebut yaitu pendidikan agama adalah modal dasar yang merupakan tenaga penggerak yang tidak ternilai harganya bagi pengisian  aspirasi bangsa, karena dengan terselenggaranya pendidikan agama secara baik  akan membawa dampak terhadap pemahaman dan pengamalan ajaran agama.
Pendidikan Islam bersumber kepada al-Quran  dan Hadis adalah untuk membentuk manusia yang seutuhnya yakni manusia yang beriman dan bertagwa terhadap Allah Swt, dan untuk memelihara nilai-nilai kehidupan sesama manusia agar dapat menjalankan seluruh kehidupannya , sebagaimana yang telah ditentukan Allah dan Rasul-Nya, demi kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. atau dengan kata lain , untuk mengembalikan manusia kepada fitrahnya, yaitu memanusiakan manusia ,supaya sesuai dengan kehendak Allah  yang menciptakan sebagai hamba dan khalifah di muka bumi.
Manusia adalah makhluk yang selalu merindukan kesempurnaan, oleh karena itu dengan segala potensi yang dimilikinya, manusia berusaha maju dan berkembang untuk mencapai kesempurnaannya itu. Manusia setiap saat membutuhkan belajar dari lingkungan atau alam semesta dan juga diperlukan pengaruh dari luar yang oleh Slamet Imam Santoso disebut dengan istilah pendidikan.
Dengan demikian jelaslah bahwa proses kependidikan merupakan rangkaian usaha membimbing, mengarahkan potensi hidup manusia dan kemampuan belajar yang dilandasi oleh nilai-nilai islami. Berbicara masalah sejarah pendidikan Islam, paling tidak ada dua hal yang perlu diperhatikan tentang rumusan sejarah pendidikan Islam.
Cabang ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan pertumbuhan dan perkembangan pendidikan Islam sejak zaman Nabi Muhmmad SAW sampai sekarang. Pendidikan Islam mulai dilaksanakan Rasulullah setelah mendapat perintah dari Allah melalui firmannya QS. 74 : 1-7, langkah awal yang ditempuh oleh Nabi adalah menyeru keluarganya, sahabat-sahabanya, tetangga dan masyarakat luas.
Pada masa Nabi, Negara Islam meliputi seluruh jazirah Arab dan pendidikan Islam berpusat di Madinah, setelah Rasulullah wafat kekuasaan pemerintahan Islam dipegang oleh Khulafaurrasyidin dan wilayah Islam telah meluas di luar jazirah Arab. Para khalifah ini memusatkan perhatiannya kepada pendidikan, syiarnya agama dan kokohnya Negara Islam.
Apa dan bagaimana pola pendidikan yang diterapkan oleh para khulafaurrasyidin pada masanya, sehingga dapat dijadikan perbandingan terhadap proses pendidikan pada masa sekarang. Makalah yang sederhana ini akan mencoba mengupas persoalan tersebut.

B.    RUMUSAN MASALAH
1.    Pendidikan Di Masa Utsman Bin Affan
2.    Pendidikan Di Masa Ali Bin Abi Thalib

Untuk Selengkapnya DOwnLoad Here

Haji dan Umrah

BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG
Kalah kita berbicara tentang haji dan umrah maka kita terlebih dahulu mengetahui tentang definisi, hukum dan landasan dari ibadah tersebut karena kita harus mengetahui apa ibadah yang kita laksanakan dengan jelas agar ibadah haji dan umrah yang dilakukan berjalan dengan lancar dan sempurna, oleh karena itu kita juga harus mengetahui tentang syarat dan rukun dari kedua ibadah tersebut.
Haji adalah mengunjungi ka’bah (baitullah) di makkah untuk melaksanakan ibadah kepada Allah. Sedangkan umrah adalah berziarah ke baitullah, dan kedua ibadah ini fardhu ain hukumnya bagi umat islam.
B.    RUMUSAN MASALAH
1.    Pengertian Haji dan Umrah
2.    Dasar Hukum Haji dan Umrah
3.    Syarat, Rukun, Wajib Haji dan Umrah
4.    Perbedaan Haji dan Umrah
5.    Pandangan Ulama tentang Haji dan Umrah

Gejala Kejiwaan Manusia Normal dan Gejala Perhatian

BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG MASALAH
Manusia harus hidup, tidak hanya secara fisik, namun juga psikis. Dia perlu mempertahankan keseimbangan psikis  tertentu kalau tidak ingin kehilangan kemampuan untuk berperan serta sebagaimana mestinya. Segala sesuatu yang dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan psikisnya sama pentingnya dengan yang ia butuhkan untuk menjaga keseimbangan fisiknya.  Manusia adalah satu kesatuan, yang terjadi dengan kondisi fisik manusia akan mempengaruhi pula kondisi psikologis dan rohaninya. Psikologi umum sebagai ilmu pengetahuan mengkhususkan diri untuk menyelidiki atau mempelajari dan menerangkan kegiatan kegiatan psikis atau gejala-gejala kegiatan yang umumnya terdapat pada manusia manusia normal.

B.    RUMUSAN MASALAH
a.    Apa pengertian manusia normal ?
b.    Bagaimana pembagian kelompok dan gejala gejala kejiwaan manuisa normal ?
c.    Apa arti dan fungsi perhatian ?
d.    Apa jenis dan tipe perhatian ?
e.    Bagaimana upaya mengkonsentrasikan perhatian ?

Untuk Selengkapnya Download DISINI

Fase-Fase dan Ciri-Ciri Pertumbuhan dan Perkembangan

BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG
Pertumbuhan dan perkembangan ini sudah mulai sejak bertemunya sel telur dengan sperma dalam kandungan, lahir sampai dewasa. Pertumbuhan dan perkembangan ini menyangkut bidang jasmani dan rohani. Istilah pertumbuhan dan perkembangan, meskipun saling melengkapi, sebenarnya mempunyai arti yang berbeda. Pertumbuhan mengandung asli adanya perubahan dalam ukuran/fungsi mental-mental dan akan tampil adanya penambahan jumlah/ukuran dari hal-hal yang telah ada, sedangkan perkembangan mengandung makna pemunculan hal yang baru dan akan tampak adanya sifat-sifat yang baru, berbeda dari sebelumnya.
 Dalam peristiwa pertumbuhan hanya menumbuhkan apa yang telah ada dan banyak bergantung pada faktor luar. Sedangkan pada perkembangan telah ada suatu potensi yang menentukan arah perkembangannya kelak, dengan demikian, yang dikeluarkan dalam perkembangan adalah waktu dan perawatan agar potensi yang lelah ada terealisasi. Meskipun demikian, antara dua peristiwa tersebut, harus ada keseimbangan yang sehat, kalau tidak akan menimbulkan ketidak normalan/penyimpangan-penyimpangan. Selama perkembangannya, kehidupan individu itu tidak statis melainkan dinamis, dan pengalaman belajar harus seusai dengan sifat-sifatnya dalam masa perkembangan tersebut.
B.    RUMUSAN MASALAH
1.    Pengertian Perkembangan
2.    Fase-Fase dan Ciri-Ciri Pertumbuhan dan Perkembangan



Faktor Perkembangan dalam Psikologi

BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG
Sebenarnya, sudah beberapa abad lalu para ilmuwan dan para pemikir memperhatikan seluk-beluk kehidupan anak, khususnya dari sudut perkembangannya, untuk mempengaruhi berbagai proses perkembangan, mencapai kesejahteraan dan kebahagiaan hidup yang didambakan. Anak harus tumbuh dan berkembang menjadi manusia dewasa yang matang, yang sanggup dan mampu mengurus dirinya sendiri, dan tidak selalu bergantung pada orang lain, bahkan menimbulkan masalah bagi keluarga, kelompok atau masyarakat.
Sejak abad pertengahan, aspek moral dan pendidikan keagamaan, menjadi pusat perhatian dan menjadi tujuan umum dari pendidikan. Pandangan terhadap anak sebagai pribadi yang masih murni, jauh dari unsur-unsur yang mendorong anak pada perbuatan-perbuatan yang tergolong dosa dan tidak bermoral, bayak dipengaruhi oleh aktifitas-aktifitas keagamaan. Para tokoh agama dan kaum cendikiawan tentang masalah kemanusiaan, banyak mendorong dan mempengaruhi orang tua untuk memperlakukan anak secara berbeda dengan orang dewasa. Para teolog, dokter, filsuf, dan ahli pendidikan memberikan pandangan mengenai anak dan latar belakang perkembangannya, serta pengaruh-pengaruh keturunan dan lingkungan hidup terhadap kejiwaan anak.
Memasuki akhir abad ke 17, seorang filsuf Inggris bernama John Locke mengemukakan bahwa pengalaman dan pendidikan merupakan faktor yang paling menentukan dalam perkembangan kepribadian anak.
Meskipun dewasa ini sudah menjadi keyakinan umum bahwa setiap anak manusia perlu mendapatkan pendidikan, sekadar untuk menjadi bahan perbandingan, di sini dikemukakan teori-teori yang memberikan berbagai pandangan, baik yang menolak maupun yang menerima adanya pengaruh pendidikan tersebut.

B.    RUMUSAN MASALAH
1.    Aliran Nativisme atau Aliran Pembawaan
2.    Aliran Empirisme atau Aliran Lingkungan
3.    Aliran Konvergensi atau Aliran Persesuaian


Untuk Selengkapnya DownLoad Here

Minggu, 08 April 2012

Puasa Sunat dan Puasa Nazar

BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG
Rukun islam dan seluruh ajarannya yang agung itu sudah mengucapkan dua kalimat syahadat adalah : mendirikan shalat, puasa ramadhan, membayar zaat, dan berhaji ke Bitul Haram.
Namun demikian ibadah yang tercermin dalam sikap meninggalkan dan menahan diri ini bukan sesuatu yang bersifat negatif. Dan yang menjadikan sikap demikian mempunyai nilai ibadah adalah dikarenakan orang muslim melakukan hal itu atas kehendak dan pilihannya dengan motif (niat) mendekatkan diri kepada Allah Taala, mala oleh karenanya tindakan tindakan rohani dan jasmani seperti ini bersifat positif yang mempunyai nilai positif pula dalam neraca timbangan amal.
Ibadah puasa bukan hanya sekedar menahan diri dari makan dan minum, tetapi dimaksudkan untuk mewujudkan pribadi yang bertaqwa. Oleh sebab itu ayat perintah puasa dalam surat Al-Baqarah ayat 183 dengan untaian kalimat :
B.    RUMUSAN MASALAH
A.    Puasa Sunat
1.    Pengertian Puasa Sunat
2.    Macam-Macam Puasa Sunat
3.    Dasar Hukum Puasa Sunat
4.    Pendapat Ulama
B.    Puasa Nazar
1.    Pengertian Puasa Nazar
2.    Macam-Macam Puasa Nazar
3.    Tata Cara Pelaksanaan
4.    Sangsi Yang Meninggalkanny

Pendidikan Di Negara Indonesia

BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG
Islam adalah agama dakwah, artinya agama yang selalu mendorong pemeluknya untuk senantiasa aktif melakukan kegiatan dakwah. Kemajuan dan kemunduran umat Islam sangat berkaitan erat dengan kegiatan dakwah yang dilakukan oleh para masyarakat dalam menunjang pradaban hidup mereka karena itulah para banyak masyarakat selalu mendapatkan problematika yang bermacam-macam yang datang secara langsung maupun tidak langsung dari komunitas yang dijadikan sebagai sasaran dakwah.
Keadaan ini akan menstimulasi terjadinya keterbukaan wawasan dan penguasaan keterampilan dasar yang mereka butuhkan. Pada tahap ini masyarakat hanya dapat berpartisipasi pada tingkat yang rendah, yaitu sekedar menjadi pengikut/obyek pembangunan saja, belum menjadi subyek pembangunan masyarakat di dalam membentuk inisiatif, melahirkan kreasi-kreasi, dan melakukan inovasi-inovasi di dalam lingkungannya. Apabila masyarakat telahmencapai tahap ketiga ini maka masyarakat dapat secara mandiri melakukan pembangunan.
Masuk dan berkembangnya agama Islam di Indonesia sangat pesat yang dimulai dari masuknya dari daerah Aceh dengan tujuan menyebarkan agama dakwah dengan menjual rempat-rempah.

B.    RUMUSAN MASALAH
1.    Masuk Dan Berkembangnya Islam Di Indonesia
2.    Periode Pada Zaman Belanda
3.    Periode Pada Zaman Jepang
4.    Pendidikan Pada Masa Orde Baru
5.    Pola Kajian Kependidikan Islam Di Indonesia
6.    Tokoh-Tokoh Pendidikan Islam Di Indonesia



Untuk selengkapnya Download Here

Berbagai Aliran Dalam Ilmu Jiwa (Psikologi)

BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG
Psikologi diakui sebagai ilmu mandiri pada akhir abad ke-19. Selama dua abad sebelumnya, berbagai model dikembangkan mengenai apa yang semestinya menjadi subjek studi psikologi dan bagaimana studi tersebut dilakukan. Secara spesifik , selama abad ke-17 dan ke-18, berbagai model psikologi saling bersaing untuk mendominasi yang lain.
Para psikolog bekerja di banyak situasi terapan yang berbeda-beda, dan memiliki berbagai macam peran, bahkan dalam lingkungan akademiapsikologi kontemporer cukup sulit diidentifikasi.
Paling tidak, sistem-sistem psikologi yang dikembangkan pada abad ke-20 memberikan deskripsi yang masuk akal tentang bagaimana psikologi mencapai keragamanya. Fase sistem dalam perkembangan psikologi merupakan bagian penting dalam evolusi psikologi. Fase tersebut menunjukan kesulitan dalam mendefinisikan psikologi sebagai ilmu pengetahuan dan menempatkan psikologi dalam ilmu pengetahuan. Karena wujud empiris ilmu pengetahuan merupakan kesamaan utama di antara bidang-bidang kontemporer penelitian psikologi.
Kami disini akan menguraikanya dengan lebih detail lagi tentang apa yang di maksud dengan psikologi dan aliran-aliran yang timbul dalam perkembangan psikologi, diantaranya adalah aliran Assosiasi, Gestalt dan Behaviorisme.

B.    RUMUSAN MASALAH
1)    Definisi Psikologi
2)    Timbulnya Aliran-Aliran Dalam Psikologi
•    Aliran Assosiasi
•    Aliran Gestalt
•    Aliran Behaviorisme


Untuk selengkapnya DownLoad Here

Dinasti Bany Umayyah

BAB I
PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG
Dengan berakhirnya kekuasaan khalifah Ali ibn Abi Thalib, maka lahirlah kekuasan bani Umayyah. Pada periode Ali dan Khalifah sebelumnya pola kepemimpinan masih mengikuti keteladanan Nabi. Para khalifah dipilih melalui proses musyawarah. Ketika mereka menghadapi kesulitan-kesulitan, maka mereka mengambil kebijakan langsung melalui musyawarah dengan para pembesar yang lainnya,
Hal ini berbeda dengan masa setelah khulafaur rasyidin atau masa dinasti-dinasti yang berkembang sesudahnya, yang dimulai pada masa dinasti bani Umayyah. Adapun bentuk pemerintahannya adalah berbentuk kerajaan, kekuasaan bersifat feodal (penguasaan tanah/daerah/wilayah, atau turun memurun. Untuk mempertahankan kekuasaan, khilafah berani bersikap otoriter, adanya unsure kekerasan, diplomasi yang diiringi dengan tipu daya, serta hilangnya musyawarah dalam pemilihan khilafah.
Umayyah berkuasa kurang lebih selama 91 tahun. Reformasi cukup banyak terjadi, terkait pada bidang pengembangan dan kemajuan pendidikan Islam. Perkembangan ilmu tidak hanya dalam bidang agama semata melainkan juga dalam aspek teknologinya. Sementara sistem pendidikan masih sama ketika Rasul dan khulafaur rasyidin, yaitu kuttab yang pelaksanaannya berpusat di masjid.

B.    RUMUSAN MASALAH
Untuk mengetahui tentang pendidikan Islam pada masa Bani Umayyah, kita harus mengetahui beberapa masalah diantaranya:
a.    Bagaimana latar belakang sosial politik pada masa bani Umayyah?
b.    Seperti apa perkembangan lembaga pendidikan islam pada masa bani umayyah?
c.    Apa saja madrasah/universitas pada masa bani Umayyah?
d.    Siapa saja tokoh-tokoh pendidikan pada masa bani umayyah?

Untuk Selengkapnya DOWNLOAD HERE

Aliran dalam Ilmu Kalam

1.    Kelompok Jabariyah
a.    Pendiri
Pendiri aliran Jabariyah yaitu Ja'ad bin Dirham dan Jahm bin Shafwan. Ja'ad orang pertama yang memperkenalkan ajaran Jabariyah atau Predestination (keterpaksaan) manusia, maka Jahm bin Shafwan adalah orang pertama yang menyebarkannya.
b.    Sejarah
Golongan Jabariyah pertama kali muncul di Khurasan (Persia) pada saat munculnya golongan Qadariyah, yaitu pada paruh pertama abad ke-2 H / ke-8 M.Paham jabariyah berkembang pesat pada kekuasaan Daulat Umayah (661 – 750 M), dukungan Bani Umayah kepada Jabariyah didasarkan pada pengabsahan teologis yang diberikan kaum Jabariyah atas kekuasaan Umayah. Menurut Jabariyah, khilafat yang dipegang Bani Umayah adalah ketentuan dan takdir Ilahi yang harus diterima setiap orang, meskipun diketahui bahwa kursi kekhalifahan itu dipegang oleh Bani Umayah melalui tipu daya yang sangat licik terhadap Ali bin Abi Thalib. Namun bagi Jabariyah semua itu sudah merupakan ketentuan Allah dan setiap muslim tidak kuasa menghindarinya. Selanjutnya, Jabariyah juga memberikan legimitasi atas system pergantian kekuasaan yang dilakukan Bani Umayah secara turun temurun (monarki). Orang islam pertama yang memperkenalkan paham Jabariyah adalah Ja’ad bin Dirham. Paham ini kemudian diterima dan disebarluaskan oleh Jahm bin Sofwan. Tokoh yang disebut terakhir inilah yang oleh para ahli yang dipandang sebagai tokoh pendiri aliran Jabariyah yang sesungguhnya, sehingga aliran ini sering pula dinisbahkan kepada namanya dengan sebutan aliran Jahmiyah.
Mengenai asal – usul aliran Jabariyah di dalam islam, pada umumnya para ahli beranggapan bahwa aliran tersebut muncul sebagai akibat dari paham agama yahudi. Dikatakan bahwa Ja’ad bin Dirham mengambil paham Jabariyah tersebut dari seorang Yahudi di Syam (suriah). Pendapat yang lebih mendetail mengatakan bahwa paham ini bersumber dari fikiran seorang Yahudi yang bernama Thalut bin A’shom yang sengaja diinfiltrasikan ke dalam Islam pada permulaan Khulafaur Rasyidin,

Puasa Wajib (Ramadhan)

BAB I
PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG
Diantara 12 bulan dalam tahun Hijriyah, ada satu bulan yang mempunyai keistimewaan lebuh daripada 11 bulan lainnya, yaitu bulan Ramadhan. Diantara keutamaan bulan Ramadhan, kami ambil beberapa hadis nabi yang pendek-pendek yaitu:
“Barang siapa bergembira dengan datangnya bulan Ramadhan diharamkan oleh Allah api neraka menyentuh jasadnya.”
“Bila umatku mengetahui apa yang terkandung dalam bulan Ramadhan tentu mereka mengharapkan Ramadhan berlangsung setahun penuh.”
“Surga rindu kepada empat orang: pembaca Al-Quran, pengekang lidah, pemberi makan orang-orang lapar dan orang yang berpuasa di bulan Ramadhan.”
B.    RUMUSAN MASALAH
1.    Pengertian puasa wajib (ramadhan) dan dasar hukumnya
2.    Rukun syarat puasa
3.    Hal-hal yang membatalkan puasa
4.    Sebab-sebab membolehkan meninggalkan puasa ramadhan
5.    Pendapat ulama tentang tata cara mengqadha dan membayar fidhiyah


BAB II
PEMBAHASAN
A.    PENGERTIAN PUASA WAJIB (RAMADHAN) DAN DASAR HUKUMNYA
Puasa (as shoum ) menurut bahasa berarti menahan diri dari melakukan sesuatu, sedangkan menurut saya puasa adalah menahan diri dari makan, minum dan hal-hal yg membatalkan puasa, mulai dari terbit fajar, hingga terbenam matahari disertai niat, syarat dan rukun tertentu
Dasar hukum menjalan kan puasa adalah surah al baqarah ayat 183 yg berbunyi :
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa (Al-Baqarah : 183)
Menyambut Ramadhan banyak acara digelar kaum muslimin. Di antara acara tersebut ada yg telah menjadi tradisi yg “wajib” dilakukan meski syariat tdk pernah memerintahkan utk membuat berbagai acara tertentu menyambut datang bulan mulia tersebut.
Puasa Ramadhan merupakan salah satu dari kewajiban puasa yg ditetapkan syariat yg ditujukan dlm rangka taqarrub kepada Allah.