Welcome To http://www.cerminan hati al-insan.blogspot.com/ Semoga Bermanfaat.

Rabu, 29 Agustus 2012

Konsep Dasar Masa Nifas

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Pembangunan di bidang kesehatan harus dilakasanakan sebagai bagian integral dari pembangunan nasional, karena pada dasarnya pembangunan nasional di bidang kesehatan berkaitan erat dengan peningkatan mutu sumber daya manusia yang merupakan modal dasar dalam melaksanakan pembanguan. Salah satu indicator untuk menentukan derajat kesehatan suatu bangsa di tandai dengan tinggi rendahnya angka kematian ibu dan bayi. Hal ini merupakan suatu phenomena yang mempunyai pengaruh besar terhadap keberhasilan pembangunan kesehatan.
Masa nifas merupakan hal penting untuk di perhatikan guna menurunkan angka kematian ibu dan bayi di Indonesia.dari berbagai pengalaman dalam menaggulangi angka kematian ibu dan bayi di Indonesia. Dari berbagai pengalaman dalam menaggulangi kematian  ibu dan bayi di banyak Negara, para pakar kesehatan menganjurkan upaya pertolongan di fokuskan pada periode intrapartum. Upaya ini terbukti telah menyelamatkan lebih dari separuh ibu bersalin dan bayi baru lahir yang disertai dengan penyulit proses persalinan atau komplikasi yang mengancam keselamatan jiwa. Namun, tidak semua intervensi yang sesuai bagi suatu Negara dapat dengan serta mertadi jalankan dan memberi dampak menguntungkan bila di terapkan pada Negara lain.
Asuhan kebidanan yang di beri seorang pelayanan kebidanan sangat mempengaruhi kualitas asuhan yang di berikan dalam tindakan kebidanan seperti upaya pelayanan antenatal, intranatal, postnatal, dan perawatan bayi baru lahir. Sebagai seorang bidan professional, bidan perlu mengembangkan ilmu dan kiat asuhan kebidanan yang salah satunya adalah harus mampu mengintregasikan model konseptual, khususnya dalam pemberian asuhan kebidanan ibu pada masa nifas.



B.    Rumusan Masalah
1.    Bagaimana Konsep Dasar Masa Nifas ?
2.    Apa Saja Kebutuhan Dasar Ibu Nifas ?

C.    Tujuan Penulisan
1.    Untuk Dapat Mengetahui Konsep Dasar Masa Nifas.
2.    Untuk Dapat Mengetahui Kebutuhan Dasar Ibu Nifas.

D.    Manfaat Penulisan
1.    Memberikan Pengetahuan Tentang Konsep Dasar Masa Nifas.
2.    Memberikan Pengetahuan Tentang Kebutuhan Dasar Ibu Nifas.


BAB II
PEMBAHASAN

A.    Konsep Dasar Masa Nifas
1.    Pengertian
Masa nifas disebut juga masa post partum atau puerperium adalah masa atau waktu sejak bayi dilahirkan dan plasenta keluar dari rahim, sampai enam minggu berikutnya, disertai dengan pulihnya kembali organ-organ yang berkaitan dengan kandungan, yang mengalami perubahan seperti perlukaan dan lain sebagainya berkaitan saat melahirkan.
2.    Konsep Dasar
Pada garis besarnya konsep dasar masa nifas mencakup :
a.    Apa tujuan asuhan masa nifas.
b.    Apa peran dan tanggung jawab bidan dalam masa nifas.
c.    Apa saja tahapan-tahapan masa nifas.
d.    Apa kebijakan program nasional masa nifas.
3.    Tujuan Asuhan Masa Nifas
a.    Menjaga kesehatan ibu dan bayinya, baik fisik maupun psikologik.
b.    Melaksanakan skrining secara komprehensif, deteksi dini, mengobati atau merujuk bila terjadi komplikasi pada ibu meupun bayinya.
c.    Memberikan pendidikan kesehatan pada ibu berkaitan dengan : gizi, menyusui, pemberian imunisasi pada bayinya, perawatan bayi sehat dan KB.
d.    Memberikan pelayanan KB.
4.    Peran dan Tanggung Jawab Bidan dalam Asuhan Masa Nifas
a.    Mengidentifikasi dan merespon terhadap kebutuhan dan komplikasi yang terjadi pada saat-saat penting yaitu 6 jam, 6 hari, 2 minggu dan 6 minggu.
b.    Mengadakan kolaborasi antara orangtua dan keluarga.
c.    Membuat kebijakan, perencanaan kesehatan dan administrator.
Asuhan masa nifas sangat penting karena periode ini merupakan masa kritis baik ibu maupun bayinya.
5.    Tahapan Masa Nifas
Adapun tahapan-tahapn masa nifas (post partum/puerperium) adalah :
a.    Puerperium dini : Masa kepulihan, yakni saat-saat ibu dibolehkan berdiri dan berjalan-jalan.
b.    Puerperium intermedial : Masa kepulihan menyeluruh dari organ-organ genital, kira-kira antara 6-8 minggu.
c.    Remot Puerperium : Waktu yang diperlukan untuk pulih dan sehat sempurna terutama apabila ibu selama hamil atau persalinan mempunyai komplikasi.
Sebagai catatan, waktu untuk sehat sempurna bisa cepat bila kondisi sehat prima, atau juga berminggu-minggu, bulanan, bahkan tahunan, bila ada gangguan-gangguan kesehatan lainnya.
6.    Kebijakan Program Nasional Masa Nifas
Pemerintah melalui Departemen Kesehatan, juga telah memberikan kebijakan dalam hal ini, sesuai dengan dasar kesehatan pada ibu pada masa nifas, yakni paling sedikit 4 kali kunjungan pada masa nifas.
Tujuan kebijakan tersebut ialah :
a.    Untuk menilai kesehatan ibu dan kesehatan bayi baru lahir.
b.    Pencegahan terhadap kemungkinan-kemungkinan adanya gangguan kesehatan ibu nifas dan bayinya.
c.    Mendeteksi adanya kejadian-kejadian pada masa nifas.
d.    Menangani berbagai masalah yang timbul dan mengganggu kesehatan ibu maupun bayinya pada masa nifas.
Adapun frekuensi kunjungan, waktu dan tujuan kunjungan tersebut dipaparkan sebagai berikut :
1.    Kunjungan pertama, waktu 6-8 jam setelah persalinan.
Tujuan:
a.    Mencegah perdarahan masa nifas karena persalinan atonia uteri.
b.    Mendeteksi dan merawat penyebab lain perdarahan : rujuk bila perdarahan berlanjut.
c.    Memberikan konseling pada ibu atau salah satu anggota keluarga bagaimana mencegah perdarahan masa nifas karena atonia uteri.
d.    Pemberian ASI awal.
e.    Memberi supervisi kepada ibu bagaimana teknik melakukan hubungan antara ibu dan bayi baru lahir.
f.    Menjaga bayi agar tetap sehat dengan cara mencegah hipotermi. Bila ada bidan atau petugas lain yang membantu melahirkan, maka petugas atau bidan itu harus tinggal dengan ibu dan bayi baru lahir untuk 2 jam pertama.
2.    Kunjungan kedua, waktu : enam hari setelah persalinan.
Tujuan :
a.    Memastikan involusi uterus berjalan dengan normal.
b.    Evaluasi adanya tanda-tanda demam, infeksi atau perdarahan abnormal.
c.    Memastikan ibu cukup makan, minum dan istirahat.
d.    Memastikan ibu menyusui dengan benar dan tida ada tanda-tanda adanya penyulit.
e.    Memberikan konseling pada ibu mengenai hal-hal berkaitan dengan asuhan pada bayi.
3.    Kunjungan ketiga, waktu : dua minggu setelah persalinan.
Tujuan :
Sama seperti kunjungan hari keenam.
4.    Kunjungan keempat, waktu : enam minggu setelah persalinan.
Tujuan :
a.    Menanyakan penyulit-penyulit yang ada.
b.    Memberikan konseling ntuk KB secara dini.

B.    Kebutuhan Dasar Ibu Nifas
1.    Gizi
Ibu nifas dianjurkan untuk:
a.    Makan dengan diet berimbang, cukup berkarbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral.
b.    Mengkonsumsi makanan tambahan, nutrisi 800 kalori/hari pada 6 bulan pertama, 6 bulan selanjutnya 500 kalori, dan tahun kedua 400 kalori. Jadi jumlah kalori tersebut adalah tambahan dari kebutuhan kalori perharinya. Misal pada ibu dengan kebutuhan perhari 1800 kalori artinya, saat nifas pada 6 bulan pertama dibutuhkan 1800 kalori plus tamabahan 800 kalori sehingga kalori yang dibutuhkan sebanyak 2600 kalori. Demikian pula pada 6 bulan selanjutnya dibutuhkan rata-rata 2300 kalori dan tahun kedua, 2200 kalori.
c.    Mengkonsumsi vitamin A 200.000 iu. Pemberian vitamin A dalam bentuk suplementasi dapat meningkatkan kualitas ASI, meningkatkan daya tahan tubuh dan meningkatkan kelangsungan hidup anak. Pada bulan-bulan pertama kehidupan bayi bergantung pada vitamin A yang terkandung dalam ASI.
2.    Kebersihan Diri Dan Bayi
1.    Kebersihan diri
Ibu nifas dianjurkan untuk :
a.    Menjaga kebersihan seluruh tubuh
b.    Menganjarkan ibu caara membersihkan daerah kelamin dengan sabun dan air
c.    Menyarankan ibu mengganti pembalut setiap kali mandi, BAB/BAK, paling tidak dalam waktu 3-4 jam supaya mengganti pembalut.
d.    Menyarankan ibu untuk mencuci tangan dengan sabun dan air sebelum menyentuh daerah kelamin.
e.    Anjurkan ibu tidak sering menyentuh luka episiotomy dan laserasi.
f.    Pada ibu post sectio caesaria (SC), luka tetap dijaga agar tetap bersih dan kering, tiap dihari ganti balutan.
2.    Kebersihan bayi
Hal-hal yang perlu dijelaskan pada ibu nifas agar bayi tetap terjaga kebersihannya.
a.    Memandikan bayi setelah 6 jam untuk mencegah hipotermi
b.    Mandikan bayi 2 kali sehari tiap pagi dan sore.
c.    Mengganti pakaian bayi tiap habis mandi dan tiap kali basah atau kotor karena BAB/BAK.
d.    Menjaga pantat dan daerah kelamin bayi agar selalu bersih dan kering.
e.    Menjaga tempat tidur bayi selalu bersih dan hangat karena ini ada tempat tinggal bayi.
f.    Menjaga alat apa saja yang dipakai bayi agar tetap selalu bersih.
3.    Istirahat Dan Tidur
Anjurkan ibu untuk
1.    Istirahat cukup untuk mengurangi kelelahan.
2.    Tidur siang atau istirahat selagi bayi tidur.
3.    Kembali ke kegiatan rumah tangga secara perlahan lahan.
4.    Mengatur kegiatan rumahnya sehingga dapat menyediakan waktu untuk istirahat pada siang kira kira 2 jam dan malam 7-8 jam.
Kurang istirahat pada ibu nifas dapat berakibat:
1.    Mengurangi jumlah asi
2.    Memperlambat involusi, yang akhirnya bisa menyebabkan perdarahan.
3.    Depresi.
4.    Senam Nifas
Senam kehamilan dan persalinan ibu banyak mengalami perubahan dfisik seperti dinding perut menjadi longgar, longgarnya liang senggama dan otot dasar panggul. Untuk mengembalikan kepada keadaan normal dan menjaga kesehatan agar tetap prima, senam nifas sangat baik dilakukan ibu setelah melahirkan. Ibu tidak perlu takut untuk banyak bergerak, karena dengan ambulasi dini (bangun dan bergerak setelah bebarapa jam melahirkan) dapat membantu rahim untk kembali ke bentuk semula.
1.    Pengertian senam nifas
Senam nifas adalah senam yang dilakukan sejak hari pertama melahirkan setiap hari sampai hari ke sepuluh, terdiri dari sederetan gerakan tubuh yang dilakukan untuk mempercepat pemulihan keadaan ibu.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan senam nifas adalah:
a.    Diskusikan pentingnya pengembalian otot perut dan panggul karena dapat mengurangi sakit punggung.
b.    Anjurkan ibu untuk melakukan ambulasi sedini mungkin secara bertahap, misalnya latihan duduk, jika tidak pusing baru bisa berjalan.
c.    Melakukan latihan beberapa menit sangat membantu
2.    Tujuan senam nifas
Tujuan dilakukannya senam nifas pada ibu setelah melahirkan adalah :
a.    Membantu mempercepat pemulihan keadaan ibu
b.    Mempercepat proses involusi dan pemulihan fungsi alat kandungan.
c.    Membantu memulihkan kekuatan dan kekencangan otot otot panggul, perut dan perimeum terutama otot yang berkaitan dengan kehamilan dan persalinan.
d.    Memperlancar pengeluaran lochea.
e.    Membantu mengurangi rasa sakit pada otot-otot setelah melahirkan.
f.    Merelaksasikan otot otot yang menunjang proses kehamilan dan persalinan.
g.    Meminimalisir timbulnya kelainan dan komplikasi nifas, misalnya emboli, trombosis.
3.    Manfaat senam nifas
Senam nifas Membantu memperbaiki sirkulasi darah, Memperbaiki sikap tubuh dan punggung setelah melahirkan, memperbaiki otot tonus, pelvis dan peregangan otot abdomen, memperbaiki juga memperkuat otot panggul dan membantu ibu untuk lebih rileks dan segar pasca melahirkan.
4.    Kapan harus dilakukan senam nifas
Senam ini dilakukan pada saat sang ibu benar-benar pulih dan tidak ada komplikasi obstetrik atau penyulit masa nifas. Ibu yang keadaan umumnya tidak baik merupakan kontraindikasi dilakukannya senam nifas misalnya hipertensi, pasca kejang, demam. Untuk itu bila senam nifas didampingi oleh bidan/ tenaga kesehatan sebelum dilakukan senam nifas sebaiknya diperiksa dulu tanda-tanda vitalnya dan memastikan bahwa kondisi ibuk baik dan bisa melakukan gerakan-gerakan senam nifas. Akan tetapi tidak menutup kemungkinan ibu melakukan sendiri gerakan senam nifas di rumah setelah setelah kondisi ibu pulih.
Senam nifas sebaiknya dilakukan diantara waktu makan. Melakukan senam nifas setelah makan membuat ibu merasa tidak nyaman karena perut masih penuh. Sebaliknya jika dilakukan disaat lapar, ibu tidak akan mempunyai tenaga dan lemas. Senam nifas bisa dilakukan pagi atau sore hari.
Gerakan senam nifas ini dilakukan dari gerakan yang paling sederhana hinggayang tersulit. Sebaiknya lakukan secara bertahap dan terus-menerus (continue). Setiap gerakan bisa dilakukan selama 8 kali setiap harinya dan boleh di tingkatkansetiap hari menurut kondisi ibu.
Persiapan Senam Nifas Sebelum melakukan senam nifas ada hal-hal yang perlu disiapkan yaitu sebagai berikut :
a.    Sebaiknya mengenakan baju yang nyaman untuk berolahraga.
b.    Persiapkan minum sebaiknya air putih.
c.    Bisa dilakukan di matras atau tempat tidur.
d.    Ibu yang melakukan senam nifas dirumah sebaiknya mengecek denyut nadidengan memegang pergelangan tangan dan merasakan adanya denyut nadikemudian hitung selama 1 menit penuh. Frekuensi nadi yang normal adalah 60-90x/menit.
e.    Boleh di iringi dengan music yang menyenangkan jika menginginkan.
f.    Petunjuk untuk bidan atau tenaga kesehatan yang mendampingi ibu untuk melakukan senam nifas : perhatikan keadaan umum ibu dan keluhan-keluhanyang dirasakan, pastikan tidak ada kontra indikasi dan periksa tanda vital secralengkap untuk memastikan pulihnya kondisi ibu yaitu tekanan darah, suhu, pernafasan, dan nadi.
1.    Hari pertama
Posisi tubuh terlentang dan rileks, kemudian lakukan pernafasan perut diawali dngan mengambil nafas melalui hidung, kembungkan perut dan tahan hingga hitungan ke 5, kemudian keluarkan nafas pelan-pelan melalui mulut sambil mengkontraksikan otot perut. Ulangi sebanyak 8 kali.
2.    Hari ke dua
Sikap tubuh terlentang kedua kaki lurus ke depan. Angkat kedua tangan lurus ke atas sampai kedua telapak tangan bertemu kemudian turunkan perlahan sampai kedua tangan terbuka lebar hingga sejajar dengan bahu. Lakukan gerakan dengan mantap hingga terasa otot sekitar tangan dan bahu kencang. Ulangi 8 kali.
3.    Hari ke tiga
Berbaring relak dengan posisi tangan di samping badan dan lutut ditekuk. Angkat pantat perlahan kemudian diturunkan kembali. Ingat jagan menghentak ketika menurunkan pantat. Ulangi gerakan 8 kali
4.    Hari ke empat.
Posisi tubuh berbaring dengan posisi tangan kiri di samping badan, tangan kanan di atas perut dan lutut ditekuk. Angkat kepala sampai dagu menyentuh dada sambil mengerutkan otot sekitar anus dan mengkontraksikan otot perut. Kepala turun pelan-pelan ke posisi semula sambil mengendurkan otot sekitar anus dan merelaksasikan otot perut. Jangan lupa untuk mengatur pernafasan. Ulangi gerakan sebanyak 8 kali
5.    Hari ke lima
Tubuh tidur terlentang, kaki lurus, bersama - sama dengan mengangkat kepala sampai dagu menyentuh dada, tangan kanan menjangkau lutut kiri yang ditekuk, diulang sebaliknya. Kerutkan otot sekitar anus dan kontraksikan perut ketika mengangkat kepala. Lakukan perlahan dan atur pernafasan saat melakukan gerakan. Lakukan gerakan sebanyak 8 kali.
6.    Hari ke enam
Posisi tidur terlentang, kaki lurus dan kedua tangan di samping badan, kemudian lutut ditekuk ke arah perut 90 derajat secara bergantian antara kaki kiri dan kaki kanan. Jangan menghentak ketika menurunkan kaki, lakukan perlahan tapi bertenaga. Lakukan gerakan sebanyak 8 kali.
7.    Hari ketujuh
Tidur terlentang kaki lurus kedua tangan di samping badan. Angkat ke dua kaki secara bersamaan dalam keadaan lurus sambil mengkontraksikan perut kemudian turunkan perlahan. Atur pernafasan. Lakukan sesuai kemampuan, tidak usah memaksakan diri. Gerakan dapat diulang 8 kali.

8.    Hari ke delapan
Posisi nungging, nafas melalui pernafasan perut. Kerutkan anus dan tahan 5-10 detik. Saat anus dikerutkan ambil nafas kemudian keluarkan nafas pelan-pelan sambil mengendurkan anus. Lakukan sebanyak 8 kali.
9.    Hari ke sembilan
Posisi beebaring kaki lurus kedua tangan di samping badan, angkat ke dua kaki dalam keadaan lurus sampai 90 derajat kemudian turunkan kembali perlahan-lahan. Jangan menghentak ketika menurunkan kaki. Atur nafas saat mengangkat dan menurunkan kaki. Gerakan dapat diulangi sebanyak 8 kali.
10.    Hari kesepuluh
Tidur terlentang kaki lurus, kedua telapak tangan diletakkan dibelakang kepala kemudian bangun sampai posisi duduk kemudian perlahan lahan posisi tidur kembali (sit up). Lakukan gerakan sebanyak 8 kali. Ingat, kekuatan bertumpu pada perut, jangan menggunakan kedua tangan yang ditekuk dibelakang kepala untuk mendorong tubuh untuk duduk karena akan berpotensi menimbulkan nyeri leher. Lakukan perlahan, tidak menghentak dan memaksakan.

5.    Hubungan Seks dan Keluarga Berencana
1.    Hubungan Seks
a.    Aman setelah darah merah berhenti, dan ibu dapat memasukkan satu atau dua jari ke dalam vagina tanpa rasa nyeri.
b.    Ada kepercayaan/budaya yang memperbolehkan melakukan hubungan seks setelah 40 hari atau 6 minggu, oleh karena itu perlu dikompromikan antara suami dan istri.
2.    Keluarga Berencana
a.    Idealnya setelah melahirkan boleh hamil lagi setelah dua tahun.
b.    Pada dasarnya ibu tidak mengalami ovulasi selama menyusui ekslusif atau penuh enam bulan dan ibu belum mendapatkan haid.
c.    Meskipun setiap metode kontrasepsi beresiko, tetapi menggunakan kontrasepsi jauh lebih aman.
d.    Jelaskan pada ibu berbagai macam metode kontrasepsi yang diperbolehkan selama menyusui, yang meliputi :
1)    Cara penggunaan.
2)    Efek samping.
3)    Kelebihan dan kekurangan.
4)    Indikasi da kontra indikasi.
5)    Efektifitas.
e.    Metode hormonal, khususnya kombinasi oral bukanlah pilihan pertama bagi ibu yang menyusui.
6.    Eliminasi : BAB dan BAK
1.    Buang Air Kecil (BAK)
a.    Dalam enam jam ibu nifas harus sudah bisa BAK spontan, kebanyakan ibu bisa berkemih spontan dalam waktu 8 jam.
b.    Urine dalam jumlah yang banyak akan diproduksi dalam waktu 12-36 jam setelah melahirkan.
c.    Ureter yang berdilatasi akan kembali normal dalam waktu 6 minggu.
2.    Buang Air Besar (BAB)
a.    BAB biasanya tertunda selama 2-3 hari, karena edema persalinan, diit cairan, obat-obatan analgetik, dan perinium yang sangat sakit.
b.    Bila lebih dari tigas hari belum BAB bisa diberikan obat laksantia.
c.    Ambulasi secara dini dan teratur akan membantu dalam regulasi BAB.
d.    Asupan cairan yang adekuat dan diit tinggi serat sangat dianjurkan.
7.    Pemberian ASI/Laktasi
Hal-hal yang perlu diberitahukan kepada pasien :
a.    Menyusui bayi segera setelah lahir minimal 30 menit bayi telah disusukan.
b.    Ajarkan cara menyusui yang benar.
c.    Memberikan ASI secara penuh 6 bulan tanpa makanan lain (ASI Ekslusif).
d.    Menyusui tanpa dijadwal, sesuka bayi (on demand).
e.    Diluar menyusui jangan memberikan dot/kempeng pada bayi, tapi berikan ASI dengan sendok.
f.    Penyapihan bertahap meningkatkan frekuensi makanan dan menurunkan frekuensi pemberian ASI.
8.    Kebiasaan yang Tidak Bermanfaat bahkan Membahayakan
1.    Menghindari makanan berprotein seperti telur, ikan, karena ibu menyusui membutuhkan tambahan protein.
2.    Penggunaan kantong es atau pasir untuk menjaga uterus tetap berkontraksi.
3.    Memisahkan ibu dan bayi dalam masa yang lama dalam satu jam post partum.


BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
1.    Masa nifas (pueperrium) adalah masa pulih kembali, mulai dari persalinan selesai sampai alat-alat kandungan kembali seperti prahamil. Lama masa nifas ini yaitu 6-8 minggu.
2.    Tujuan dalam masa nifas adalah : a)    Menjaga kesehatan ibu dan bayinya baik fisik maupun psikologinya, b)   Melaksanakan skirning yang komprehensif, mengobati atau merujuk bila terjadi komplikasi pada ibu maupun bayinya, c)  Memberikan pendidikan kesehatan diri, nutrisi, keluarga berencana, menyusui, memberikan imunisasi kepada bayinya dan perawatan bayinya, d) Memberikan pelayanan keluarga berencana.
3.    Delapan gerakan dalam senam nifas yaitu:
a.    Pernafasan perut
b.    Sentuh lutut
c.    Memutar kedua lutut
d.    Putar tungkai
e.    Pernafasan abdomen campuran dan supine pelvic
f.    Angkat bokong
g.    Memutar satu lutut
h.    Angkat tangan

B.    Saran
Kami yakin dalam penyusunan makalah ini belum begitu sempurna karena kami dalam tahap belajar, maka dari itu kami berharap bagi kawan-kawan semua bisa memberi saran dan usul serta kritikan yang baik dan membangun sehingga makalah ini menjadi sederhana dan bermanfaat dan apabila ada kesalahan dan kejanggalan kami mohon maaf karena kami hanyalah hamba yang memiliki ilmu dan kemampuan yang terbatas.

DAFTAR PUSTAKA

Sulistyawati Ari. 2009. Buku Ajar Asuhan Kebidanan Pada Ibu Nifas. Penerbit Andi:Yogyakarta.
Widyasih Hesty. 2007. Perawatan Masa Nifas. Fitramaya: Yogyakarta.
Paath, Erna Francin, dkk. 2005. Gizi Dalam Kesehatan Reproduksi. ECG : Jakarta.
Buletin Kesehatan dan Gizi, Indonesia dalam Masa Transisi. Tahun 6 Edisi 1 Bulan Juni Tahun 2004.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar