Welcome To http://www.cerminan hati al-insan.blogspot.com/ Semoga Bermanfaat.

Jumat, 22 Juni 2012

Akseptor KB yang Bermasalah

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah
Metode kontrasepsi efektif adalah metode kontrasepsi IUD, implant dan kontrasepsi mantap. Program Keluarga Berencana Nasional yang pad pelita V telah berkembang menjadi Gerakan Keluarga Berencana Nasional telah mencapai hasil-hasil yang menggembirakan. Berdasarkan hasil Survey Prevalensi Indonesia tahun 1987, 61,2% dari wanita berstatus kawin pada saat itu pernah menggunakan salah satu alat kontrasepsi modern 21,1% diantaranya pernah menggunakan IUD, 0,4% menggunakan implant dan 3,3% menggunakan cara kontrasepsi mantap.
Lebih jauh lagi dinyatakan bahwa 44,08% dari wanita yang berstatus kawin sedang aktif menggunakan salah satu alat konrasepsi modern dan 13,2% diantara ibu-ibu tersebut menggunakaan IUD, 0,4% menggunakan implant dan 3,3% menggunakan cara kontrasepsi mantap. Dengan hasil tersebut diatas tampak bahwa metode kontrasepsi mantap semakin diterima oleh masyarakat.
Dengan meningkatnya peserta KB dengan metode kontrasepsi efektif terpilih tersebut, maka dituntut pelayanan yang lebih tinggi kualitasnya serta pengayoman yang lebih baik. Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan serta pengayoman ini, system rujukan merupakan salah satu hal yang penting, yang perlu diketahui oleh setiap petugas atau setiap unsure yang ikut serta dalam gerakan KB Nasional khususnya maupun oleh setiap peserta atau calon peserta KB pada umumnya. Semakin rapi system rujukan, semakin meningkat pula mampu pelayanan serta pengayoman, sehingga dapat meningkatkan kemampuan peserta KB dengan metode kontrasepsi efektif.

B.    Rumusan Masalah
Dalam rumusan masalah ini, penulis akan membahas mengenai Akesptor KB yang Bermasalah.


BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian  Akseptor KB
Akseptor Keluarga Barencana (KB) adalah Pasangan Usia Subur (PUS) yang menggunakan salah satu alat/obat kontrasepsi (BKKBN, 2007) .

B.    Jenis-jenis Akseptor KB
1.    Akseptor Aktif adalah: Akseptor yang ada pada saat ini menggunakan salah satu cara/alat kontrasepsi untuk menjarangkan kehamilan atau mengakhiri kesuburan.
2.    Akseptor Aktif Kembali adalah : Pasangan Usia Subur yang telah menggunakan kontrasepsi selama tiga bulan atau lebih yang tidak diselingi suatu kehamilan, dan kembali menggunakan cara alat kontrasepsi baik dengan cara yang sama maupun berganti cara setelah berhenti/istirahat kurang lebih tiga bulan berturut-turut dan bukan karena hamil.
3.    Akseptor KB Baru adalah: Akseptor yang baru pertama kali menggunakan alat/obat kontrasepsi atau PUS yang kembali menggunakan alat kontrasepsi setelah melahirkan atau abortus.
4.    Akseptor KB Dini adalah: Para ibu yang menerima salah satu cara kontrasepsi dalam waktu 2 minggu setelah melahirkan atau abortus
5.    Akseptor Langsung : Para Istri yang memakai salah satu cara kontrasepsi dalam waktu 40 hari setelah melahirkan atau abortus.
6.    Akseptor dropout adalah: Akseptor yang menghentikan pemakaian kontrasepsi lebih dari 3 bulan (BKKBN, 2007).

C.    Akseptor KB yang Bermasalah Serta Penanganannya
1.    Kondom
Kondom merupakan selubung / sarung karet yang terbuat dari berbagai bahan di antaranya lateks vinil atau bahan alami ( produksi hewan ) yang di pasang pada penis saat hubungan sex.
Penggunaan kondom untuk tujuan perlindungan terhadap penyakit kelamin telah dikenal sejak zaman Mesir kuno. Penggunaannya ialah untuk tujuan melindungi pria terhadap penyakit kelamin. Keuntungan kondom selain untuk memberi perlindungan terhadap mpenyakit kelamin ialah bahwa ia dapat juga digunakan untuk tujuan kontrasepsi.
a.    Cara kerja
•    Kondom menghalangi terjadinya pertemuan sperma dan sel telur dengan cara mengemas sperma di ujung selubung karet yang di pasang pada penis sehingga sperma tersebut tidak tercurah ke dalam saluran reproduksi perempuan.
•    Mencegah penularan mikroorganisme dari satu pasangan kepada pasangan yang lain.
b.    Efek samping
•    Kondom rusak atau diperkirakan bocor ( sebelum berhubungan )
•    Kondom bocor atau di curigai ada curahan di vagina saat berhubungan
•    Di curigai adanya reaksi alergi
•    Mengurangi kenikmatan hubungan seksual
c.    Penanganan efek samping
•    Buang dan pakai kondom baru
•    Jika di curigai ada kebocoran , pertimbangkan pemberian Morning after Pill
•    Reaksi alergi , meskipun jarang dapat sangat mengganggu dan bisa berbahaya.
•    Jika penurunan kepekaan tidak bisa ditolerir biarpun dengan kondom yang lebih tipis anjurkan pemakaian metode lain
d.    Penilaian efek samping
Klien tidak memerlukan atau membutuhkan anamnesis atau pemeriksaan khusus untuk pemakaian kondom , tetapi mereka perlu diberi penjelasan lisan atau instruksi tertulis. 


2.    Pil
Pil merupakan alat kontrasepsi yang harus diminum setiap hari dan dapat dipakai oleh semua ibu usia reproduksi , baik yang sudah mempunyai anak ataupun belum.
a.    Jenis
•    Monofasik
•    Bifasik
•    Trifasik
b.    Cara kerja
•    Menekan ovulasi
•    Mencegah implantasi
•    Lender serviks mengental sehingga sulit dilalui oleh sperma
•    Pergerakan tuba terganggu sehingga tranportasi telur dengan sendirinya akan terganggu pula
c.    Efek samping
•    Amenorhea
•    Mual pusing atau muntah
•    Perdarahan pervagina
d.    Penanganan efek samping
•    Periksa dalam atau tes kehamilan , bila tidak hamil dan klien minum dengan benar.
•    Tes kehamilan atau pemeriksaan ginekologik . bila tidak hamil sarankan minum pil saat makan malam atau sebelum tidur.
•    Sarankan minum pil pada waktu yang sama , jelaskan bahwa perdarahan hal yang biasa pada 3 bulan pertama dan lambat laun akan berhenti.

3.    Suntik
a.    Cara kerja
•    Menekan ovulasi
•    Membuat lender serviks menjadi tebal
•    Perubahan pada endometrium
•    Menghambat transportasi gamet oleh tuba
b.    Efek samping
•    Amenorea
•    Mual / pusing / muntah
•    Perdarahan
c.    Penganan efek samping
•    Bila tidak terjadi kehamilan tidak perlu diberikan pengobatan khusus. Jelaskan bahwa darah haid tidak berkumpul dalam rahim.
•    Pastikan tidak ada kehamilan , bila hamil segera rujuk. Bila tidak hamil informasikan bahwa hal ini adalah hal biasa dan akan hilang dalam waktu dekat.
•    Bila tidak hamil cari penyebab perdarahan yang lain. Jelaskan bahwa perdarahan yang terjadi merupakan hal yang biasa.          

4.    AKDR
AKDR merupakan alat kontrasepsi yang berjangka panjang dapat sampai 10 tahun  , dapat di pakai oleh semua usia perempuan usia reproduksi.
a.    Jenis
Sampai sekarang telah terdapat berpuluh – puluh jenis AKDR, yang paling banyak digunakan di Indonesia adalah AKDR lippes loop
b.    Cara kerja
•    Menghambat kemampuan sperma untuk masuk ke tuba fallopi
•    Mempengaruhi fertilitas sebelum ovum mencapai kavum uteri
•    AKDR bekerja terutama mencegah sperma dan ovum bertemu
•    Memungkinkan untuk mencegah implantasi telur dan uterus
c.    Efek samping Dan Penanganan
1.    Perdarahan
Setelah pemasangan AKDR , terjadi perdarahan sedikit – sedikit yang cepat berhenti. Keluhan yang sering terjadi pada pemakai AKDR ialah :
•    Menoragia
•    Spotting mettroragia
2.    Rasa nyeri kejang di perut
Rasa nyeri atau kejang di perut dapat terjadi segera setelah pemasangan AKDR  , biasanya nyeri ini berangsur – angsur hilang dengan sendirinya. Rasa nyeri dapat di kurangi atau dihilangkan dengan cara memberikan memberikan analgetika. Jika keluhan berlangsung secara terus menerus , sebaiknya AKDR dikeluarkan dan diganti dengan AKDR yang mempunyai ukuran yang lebih kecil.
3.    Gangguan pada suami
Kadang – kadang suami akan merasakan adanya benang AKDR sewaktu bersenggama. Ini disebabkan oleh benang AKDR yang keluar dari porsio uteri terlalu pendek atau terlalu panjang.

5.  Norplant
Norplant adalah suatu alat kontrasepsi yang mengandung levonorgestrel yang dibungkus dalam kapsul dan disusukkan di bawah kulit. Jumlah kapsul yang di susukkan di bawah kulit sebanyak 6 kapsul dan masing – masing kapsul panjangnya 34 mm.
a.    Kelebihan Norplant
Kelebihan norplant antara lain adalah cara ini cocok untuk wanita yang tidak boleh menggunakan obat – obat yang mengandung estrogen , perdarahan yang terjadi lebih ringan , tidak menaikkan tekanan darah. Selain itu nirplant dapat digunakan untuk jangka panjang dan bersifat reversible.
b.    Efek samping
•    Gangguan pola haid
•    Mual – mual
•    Sakit kepala
•    Perubahan berat badan
c.    Penanganan
1.    Pastikan hamil atau tidak, Bila terjadi kehamilan dan klien inginmelanjutkan kehamilan, cabut implan dan jelaskan, bahwa progestintidak berbahaya bagi janin.
2.    Bila klien tetap saja mengeluh masalah perdarahan dapat diberikanpil kombinasi satu siklus,atau ibuprofen 3 x 800 mg selama 5 hari.
3.    Cabut kapsul yang ekspulsi,pasang kapsul baru 1 buah pada tempatyang berbeda.bila ada infeksi cabut seluruh kapsul yang ada danpasang kapsul baru pada lengan yang lain,atau anjurkan klienmenggunakan metode kontrasepsi lain.
4.    Bila terdapat infeksi tanpa nanah, bersihkan dengan sabun dan air,atau antiseptik. Berikan antibiotik yang sesuai dalam 7 hari. Apabiladitemukan abses, bersihkan dengan antiseptik, insisi dan alirkan puskeluar, cabut implan, lakukan perawatan luka, dan berikan antibiotik oral7 hari.
5.    Kaji ulang diet klien apabila terjadi perubahan berat badan 2 kg ataulebih. Apabila perubahan berat badan ini tidak dapat diterima, bantuklien mencari metode lain

6.    Tubektomi
Tubektomi adalah prosedur bedah untuk menghentikan fertilitas seorang perempuan. Tubektomi dilakukan dengan jalan laparatomi vaginal. Dalam tahun – tahun terakhir ini tubektomi telah merupakan bagian yang penting dalam program keluarga berencana ( KB ) di banyak Negara di dunia.
Keuntungan tubektomi adalah :
1.    Motivasi hanya dilakukan satu kali saja sehingga tidak diperlukan motivasi yang berulang – ulang
2.    Tidak mempengaruhi libido seksualitas
3.    Kegagalan dari pihak pasien tidak ada
a.    Jenis  
•    Minilaparotomi
•    Laparoskopi
b.    Efek samping
•    Demam pasca operasi
•    Rasa sakit pada lokasi pembedahan
•    Perdarahan superfisial                                                         
c.    Penanganan
•    Obati infeksi berdasarkan apa yang ditemukan
•    Pastikan tidak adanya infeksi dan obati berdasarkan apa yang ditemukan
•    Obati perdarahan berdasarkan apa yang ditemukan

7.    Vasektomi
Vasektomi adalah prosedur klinik untuk menghentikan kapasitas reproduksi pria dengan jalan melakukan oklusi vasa deferensia sehingga alur tranportasi sperma terhambat dan proses fertilisasi terhambat.
Vasektomi merupakan upaya untuk menghentikan fertilitas dimana fungsi reproduksi merupakan ancaman atau gangguan terhadap kesehatan pria dan pasangan nya serta melemahkan ketahanan dan kualitas keluarga.  
Pada tahun – tahun terakhir ini vasektomi makin banyak dilkaukan di beberapa Negara seperti India, Pakistan, Amerika serikat, dan Korea. Untuk menekan laju pertambahan penduduk.    
a.    Indikasi Vasektomi
Pada dasarnya indikasi untuk melakukan vasektomi ialah bahwa pasangan suami – isteri tidak menghendaki kehamilan lagi dan pihak suami bersedia bahwa tindakan kontrasepsi dilakukan pada dirinya.
b.    Kontraindikasi vasektomi       
Sebetulnya tidak ada kontraindikasi untuk vasektomi , hanya apabila ada kelainan local atau umum yang dapat mengganggu sembuhnya luka operasi , kelainan ini harus disembuhkan dahulu.
Keuntungan vasektomi :
1.    Tidak menimbulkan kelainan fisik maupun mental
2.    Tidak mengganggu libido seksualitas
c.    Efek Samping
1.    Infeksi kulit pada daerah operasi
2.    Infeksi sistemik yang sangatmengganggu kondisikesehatan klien
3.    Massa intraskrotalis
4.    Anemia berat,gangguanpembekuan darah
d.    Penanganan:
1.    Pertahankan band aid selama 3 hari
2.    Luka yang sedang dalam penyembuhan jangan ditarik-tarik atau di garuk.
3.    Boleh mandi setelah 24 jam,asal daerah luka tidakbasah. Setelah 3 hari luka boleh dicuci dengan sabundan air
4.    Pakailah penunjang skrotum, usahakan daerah operasikering
5.    Jika ada nyeri, berikan 1-2 tablet analgetik sepertiparasetamol atau ibuprofen setiap 4-5 jam
6.    Hindari mengangkat barang berat dan kerja kerasuntuk 3 hari
7.    Boleh bersenggama sesudah hari ke 2-3. Namun untukmencegah kehamilan, pakailah kondom atau cara Kontrasepsi lain selama 3 bulan sampai ejakulasi.

D.    Rujukan Akseptor Bermasalah                                                                        
System rujukan dalam mekanisme pelayanan MKET merupakan suatu system pelimpahan tanggung jawab timbal balik baik secara vertical maupun horizontal atau kasus atau masalah yang berhubungan dengan MKET.
Unit pelayanan yang dimaksud disini yaitu menurut tingkat kemampuan dari yang paling sederhana berturut – turut ke unit pelayanan yang paling mampu.
1.    Tujuan Rujukan
a.    Terwujudnya suatu jaringan pelayanan MKET yang terpadu disetiap tingkat wilayah , sehingga setiap unit pelayanan memberikan pelayanan secara berhasil guna dan berdaya guna maksimal , sesuai dengan tingkat kemampuannya masing – masing.
b.    Peningkatan dekungan terhadap arah dan pendekatan gerakan KB Nasional dalam hal perluasan jangkauan dan pembinaan peserta KB dengan pelayanan yang makin bermutu tinggi serta pengayoman penuh kepada masyarakat.

2.    Jenis Rujukan
Rujukan MKET dapat dibedakan atasa 3 jenis yaitu sebagai berikut :
a.    Pelimpahan kasus
b.    Pelimpahan pengetahuan dan keterampilan
c.    Pelimpahan bahan – bahan penunjang diagnostic
3.    Sasaran Rujukan
a.    Sasaran Obyektif
1.    PUS yang akan memperoleh pelayanan MKET
2.    Peserta KB yang akan ganti cara ke MKET
3.    Peserta KB MKET untuk mendapatksn pengamatan lanjutan
b.    Sasaran subyektif
Petugas – petugas pelayanan MKET disemua tingkat wilayah.
4.    Jaringan Rujukan
a.    Dokter / BPS , rumah bersalin
b.    Unit pelayanan MKET tingkat kecamatan
c.    Unit pelayanan MKET tingkat kabupaten
d.    Unit pelayanan MKET tingkat provinsi
e.    Unit pelayanan MKET tingkat pusat


BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Akseptor Keluarga Barencana (KB) adalah Pasangan Usia Subur (PUS) yang menggunakan salah satu alat/obat kontrasepsi.
Akseptor KB yang Bermasalah yaitu :
•    Kondom
•    Pil
•    Suntik
•    AKDR
•    Norplant
•    Tubektomi
•    Vasektomi
System rujukan dalam mekanisme pelayanan MKET merupakan suatu system pelimpahan tanggung jawab timbal balik baik secara vertical maupun horizontal atau kasus atau masalah yang berhubungan dengan MKET.

B.    Saran
Kami yakin dalam penyusunan makalah ini belum begitu sempurna karena kami dalam tahap belajar, maka dari itu kami berharap bagi kawan-kawan semua bisa memberi saran dan usul serta kritikan yang baik dan membangun sehingga makalah ini menjadi sederhana dan bermanfaat dan apabila ada kesalahan dan kejanggalan kami mohon maaf karena kami hanyalah hamba yang memiliki ilmu dan kemampuan yang terbatas.


DAFTAR PUSTAKA
http://noormaawaddahworld.blogspot.com/2011/03/penanggulangan-akseptor-bermasalah.html
http://diar13-midyuin08.blogspot.com/2010/11/panduan-rujukan-akseptor-bermasalah-dan.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar