Welcome To http://www.cerminan hati al-insan.blogspot.com/ Semoga Bermanfaat.

Jumat, 22 Juni 2012

Ilmu Sosial Dasar (ISD)

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Latar belakang diberikannya Ilmu Sosial Dasar (ISD) dimulai banyaknya kritik-kritik yang ditujukan pada sistem pendidikan di perguruan tinggi oleh sejumlah cendikiawan terutama sarjana pendidikan, sosial dan kebudayaan. Mereka menganggap sistem pendidikan yang tengah berlangsung saat ini, berbau kolonial dan masih merupakan warisan sistem pendidikan pemerintah Belanda, yaitu kelanjutan dari “Politik Balas Budi” (etische politiek) yang dianjurkan oleh Conrad Theodore Van Deventer, bertujuan menghasilkan tenaga-tenaga trampil untuk menjadi “tukang-tukang” yang mengisi birokrasi mereka di bidang administrasi, pedagang, teknik, dan keahlian lain dalam tujuan eksploitasi kekayaan negara.
Tenaga ahli yang dihasilkan oleh perguruan tinggi diharapkan memiliki tiga jenis kemampuan yang meliputi personel, akademik dan profesional.
B.    RUMUSAN MASALAH
1.    Pengertian
2.    Perwujudan Kebudayaan
3.    Substansi (Isi) Utama Budaya
4.    Sifat-Sifat Budaya
5.    Sistem Budaya
6.    Manusia Sebagai Pencipta dan Pengguna Kebudayaan
7.    Pengaruh Budaya Terhadap Lingkungan
8.    Proses dan Perkembangan Kebudayaan
9.    Problematika Kebudayaan
10.    Perubahan Kebudayaan

BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian
Budaya adalah bentuk jamak dari kata budi dan daya yang berarti cinta, karsa, dan rasa. Kata budaya sebenarnya berasal dari bahasa Sankskerta budhayah yaitu bentuk jamak dari bentuk buddhi yang berarti budi atau akal.Dalam bahasa inggris ,kata budaya berasal dari kata culture, dalam bahasa belanda diistilahkan dengan kata cultuur, dalam bahasa latin, berasal dari kata colera. Colera berarti mengolah, mengerjakan, menyuburkan, mengembangkan tanah (bertani).
Berikut pengertian budaya atau kebudayaan dari beberapa ahli :
1.    R. Linton, kebudayaan dapat dipandang sebagai konfigurasi tingkah laku yang dipelajari dan hasil tingkah laku yang dipelajari, di mana unsur pembentuknya didukung dan diteruskan oleh anggota masyarakat lainnya.
2.    Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi, mengatakan bahwa kebudayaan adalah semua hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.
3.    Herkovits, kebudayaan adalah bagian dari lingkungan hidup yang diciptakan oleh manusia.

B.    Perwujudan Kebudayaan
Beberapa ilmuwan seperti talcott Parson (Sosiolog) dan al-Kroeber (Antropolog) menganjurkan untuk membedakan wujud kebudayaan secara tajam sebagai suatu sistem. Di mana wujud kebudayaan itu adalah sebagai suatu rangkaian tindakan dan aktifitas manusia yang berpola. Koentjaraningrat mengemukakan bahwa kebudayaan itu dibagi atau digolongkan dalam tiga wujud, yaitu :
1.    Wujud sebagai suatu kompleks dari ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, dan peraturan.
2.    Wujud kebudayaan sebagai suatu kompleks aktivitas serta tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat.
3.    Wujud kebudayaan sebagai benda-benda hasil karya manusia.

C.    Subtansi  (Isi) Utama Budaya
Subtansi (isi) utama kebudayaan merupakan wujud abstrak dari segala macam ide dan gagasan manusia yang bermunculan di dalam masyarakat yang memberi jiwa kepada masyarakat itu sendiri, baik dalam bentuk atau berupa sistem pengetahuan, nilai, pandangan hidup, kepercayaan, persepsi, dan etos kebudayaan.
1.    Sistem Pengetahuan
Sistem pengetahuan yang dimiliki manusia sebagai makhluk sosial merupakan suatu akumulasi dari perjalanan hidupnya dalam hal usaha memahami:
a.    Alam sekitar;
b.    Alam sekitar;
c.    Alam fauna di daerah tempat tinggal;
d.    Zat-zat bahan mentah,dan benda-benda dalam lingkungannya
e.    Tubuh manusia;
f.    Sifat;sifat dan tingkah lakusesama manusia;
g.    Ruang dan waktu
Untuk memperoleh pengetahuan tersebut diatas manusia melakukan tiga cara, yaitu:
a.    Melalui pengalaman dalam kehidupan sosial
b.    Berdasarkan pengalaman yang diperoleh
c.    Melalui petunjuk yang bersifat simbolis
2.    Nilai
Nilai adalah sesuatu yang baik yang selalu diinginkan,dicita-citakan dan dianggap penting oleh seluruh manusia sebagai anggota masyarakat.
3.    Pandangan Hidup
Pandangan hidup merupakan pedoman bagi suatu bangsa ataumasyarakat dalam menjawab atau mengatasi berbagai masalah yang dihadapinya.
4.    Kepercayaan
Kepercayaan yang mengandung arti yang lebih luas daripada agama dan kepercayaan terhadap tuhan yang maha esa.
Pada dasarnya, manusia yang memiliki naluri untuk menghambakan diri kepada yang maha tinggi, yaitu dimensi lain diluar diri dan ligkungannya, yang dianggap mampu mengendalikan hidup manusia. Dorongan ini sebagai akibat atau refleksi ketidakmampuan manusia dalam menghadapi tantangan-tantangan hidup, dan hanya yang maha tinggi saja yang mampu memberikan kekuatan dalam mencari jalan keluar dari permasalahan hidup dan kehidupan.
5.    Persepsi
Persepsi atau sudut pandang ialah suatu titik tolak pemikiran yang tersusun dari seperangkat kata-kata yang digunakan untuk memahami kejadian atau gejala dalam kehidupan.
Persepsi terdiri atas :
1.    Persepsi sensorik, yaitu persepsi yang terjadi tanpa menggunakan salah satu indra manusia;
2.    Persepsi telepati, yaitu kemampuan pengetahuan kegiatan mental individu lain;
3.    Persepsi clairvoyance, yaitu kemampuan melihat peristiwa atau kejadian ditempat lain, jauh dari tempat yang bersangkutan.
6.    Etos Kebudayaan
Etos atau jiwa kebudayaan (dalam antropolog) berasal dari bahasa inggris berarti watak khas. Etos sering tampak pada perilaku warga misalnya, kegemaran-kegemaran warga masyarakatnya, serta berbagai benda budaya hasil karya mereka, dilihat dari luar oleh orang asing.

D.    Sifat-Sifat Budaya
Sifat-sifat budaya akan memiliki ciri-ciri yang sama bagi semua kebudayaan manusia tanpa membedakan faktor ras, lingkungan alam, atau pendidikan. Yaitu sifat hakiki yang bersifat umum bagi semua budaya dimanapun.
Sifat hakiki dari kebudayaan tersebut adalah :
1.    Budaya terwujud dan tersalurkan dari perilaku manusia.
2.    Budaya telah ada terlebih dahulu daripada lahirnya suatu generasi tertentu dan tidak akan mati dengan habisnya usia generasi yang bersangkutan.
3.    Budaya diperlukan oleh manusia dan diwujudkan dalam tingkah lakunya.
4.    Budaya mencakup aturan-aturan yang berisikan kewajiban-kewajiban, tindakan-tindakan yang diterima dan ditolak, tindakan-tindakan yang dilarang, dan tindakan-tindakan yang diizinkan.
E.    Sistem Budaya
Sistem budaya merupakan komponen yang bersifat abstrak dan terdiri dari pikiran-pikiran, gagasan, konsep, serta keyakinan dengan demikian sistem kebudayaan merupakan bagian dari kebudayaan yang dalam bahasa indonesia lebih lazim disebut sebagai adat istiadat.
Unsur pokok kebudayaan (menurut Bronislaw malinowski):
•    Sistem norma yang memungkinkan kerja sama antara para anggotan masyarakat didalam upaya menguasai alam sekelilingnya.
•    Organisasi ekonomi.
•    Alat-alat dan lembaga pendidikan
•    Organisasi pendidikan.
Melville J. Herkovits menyebut unsur pokok kebudayaan adalah :
•    Alat-alat teknologi
•    Sistem ekonomi
•    Keluarga
•    Kekuasaan politik
Sistem kebudayaan suatu daerah akan menghasilkan jenis-jenis kebudayaan yang berbeda. Jenis kebudayaan ini dapat dikelompokkan menjadi :
1.    Kebudayaan material
2.    Kebudayaan non-material
Kebudayaan dapat dilihat dari dimensi wujudnya adalah :
1.    Sistem budaya
2.    Sistem sosial
3.    Sistem kebendaan
F.    Manusia Sebagai Pencipta dan Pengguna Kebudayaan
Budaya tercipta atau terwujud merupakan hasil dari interaksi antara manusia dengan segala isi yang ada di alam raya ini. Manusia di ciptakan oleh tuhan dengan dibekali oleh akal pikiran sehingga mampu untuk berkarya di muka bumi ini dan secara hakikatnya menjadi khalifah di muka bumi ini.  Disamping itu manusia juga memiliki akal, intelegensia, intuisi, perasaan, emosi, kemauan, fantasi dan perilaku. 
Dengan semua kemampuan yang dimiliki oleh manusia maka manusia bisa menciptakan kebudayaan. Ada hubungan dialektika antara manusia dan kebudayaan. Kebudayaan adalah produk manusia, namun manusia itu sendiri adalah produk kebudayaan. Dengan kata lain, kebudayaan ada karena manusia yang menciptakannya dan  manusia dapat hidup ditengah kebudayaan yang diciptakannya. Kebudayaan akan terus hidup manakala ada manusia sebagai pendudukungnya.
Hasil karya manusia  menimbulkan teknologi yang mempunyai kegunaan utama dalam melindungi manusia terhadap lingkungan alamnya. Sehingga kebudayaan memiliki peran sebagai :
1.    Suatu hubungan pedoman antarmanusia atau kelompoknya
2.    Wadah untuk menyalurkan perasaan-perasaan dan kemampuan-kemampuan lain.
3.    Sebagai pembimbing kehidupan dan penghidupan manusia
4.    Pembeda manusia dan binatang
5.    Petunjuk-petunjuk tentang bagaimana manusia harus bertindak dan berprilaku didalam pergaulan.
6.    Pengatur agar manusia dapat mengerti bagaimana seharusnya bertindak, berbuat dan menentukan sikapnya jika berhubungan dengan orang lain.
7.    Sebagai modal dasar pembangunan.

G.    Pengaruh Budaya Terhadap Lingkungan
Budaya yang dikembangkan oleh manusia akan berimplikasi pada lingkungan tempat kebudayaan itu berkembang. Suatu kebudayaan memancarkan suatu ciri khas dari masyarakatnya yang tampak dari luar. Dengan menganalisis pengaruh akibat budaya terhadap lingkungan seseorang dapat mengetahui, mengapa suatulingkungan tertentu akan berbeda dengan lingkungan lainnya dan mengasilkan kebudayaan yang berbeda pula.
Beberapa variabel yang berhubungan dengan masalah kebudayaan dan lingkungan:
1.    Phisical Environment yaitu lingkungan fisik menunjuk kepada lingkungan natural seperti flora, fauna, iklim dan sebagainya.
2.    Cultural Social Environment, meliputi aspek-aspek kebudayaan beserta proses sosialisanya seperti : norma-norma, adat istiadat dan nilai-nilai.
3.    Environmental Orientation and Representation, mengacu pada persepsi dan kepercayaan kognitif yang berbeda-beda pada setiap masyarakat mengenai lingkungannya.
4.    Environmental Behaviordan and Process, meliputi bagaimana masyarakat menggunakan lingkungan dalam hubungan sosial.
5.    Out Carries Produc, Meliputi hasil tindakan manusia seperti membangun rumhah, komunitas dan sebagainya.

H.    Proses dan Perkembangan Kebudayaan
Kebudayaan adalah hasil cipta, karsa dan rasa manusia oleh karenanya kebudayaan mengalami perubahan dan perkembangan sejalan dengan perkembangan manusia itu. Perkembangan tersebut dimaksudkan untuk kepentingan manusia itu sendiri, karena kebudayaan diciptakan oleh dan untuk manusia.
Kebudayaan yang dimiliki suatu kelompok sosial tidak akan terhindar dari pengaruh kebudayaan kelompok-kelompok lain dengan adanya kontak-kontak antar kelompok atau melaui proses difusi. Suatu kelompok sosial akan mengadopsi suatu kebudayaan tertentu bilamana kebudayaan tersebut berguna untuk mengatasi atau memenuhi tuntunan yang dihadapinya.
Hal yang terpenting dalam proses pengembangan kebudayaan adalah dengan adanya kontrol atau kendali terhadap prilaku reguler (yang tampak) yang ditampilkan oleh para penganut kebudayaan. Karena tidak jarang perilaku yang ditampilkan sengat bertolak belakang dengan budaya yang dianut didalam kelompok sosial yang ada di masyarakat. Sekali lagi yang diperlukan adalah kontrol / kendali sosial yang ada di masyarakat sehingga dapat memilah-milah mana kebudayaan yang sesuai dan mana yang tidak sesuai.
I.    Problematika Kebudayaan
Seiring dengan perkembangannya, kebudayaan juga mengalami beberapa problematika atau masalah masalah yang cukup jelas yaitu :
•    Hambatan budaya yang ada kaitannya dengan pandangan hidup dan sistem kepercayaan.
•    Hambatan budaya yang berkaitan dengan perbedaan sudut pandang atau persepsi.
•    Hambatan budaya yang berkaitan dengan faktor psikologi atau kejiwaan.
•    Masyarakat terpencil atau terasing dan kurang komunikasi dengan masyarakat lainnya.
•    Sikap Tradisionalisme yang berprasangaka buruk terhadap hal-hal yang baru
•    Mengagung-agungkan kebudayaan suku bangsanya sendiri dan melecehkan budaya suku bangsa lainnya atau lebih dikenal dengan paham Etnosentrisme.
•    Perkembangan Iptek sebagai hasil dari kebudayaan.
J.    Perubahan Kebudayaan
Sebagaimana yang telah kita ketahui bahwa kebudayaan mengalami perkembangan (dinamis) sesuai dengan perkembangan manusia itu sendiri, oleh sebab itu tidak ada kebudayaan yang bersifat statis. Dengan demikian, kebudayaan akan mengalami perubahan. Adalima penyebab terjadi perubahan kebudayaan yaitu:
1.    Perubahan lingkungan alam
2.    Perubahan yang disebabkan adanya kontak dengan kelompok lain
3.    Perubahan karena adanya penemuan (discovery)
4.    Perubahan yang terjadi karena suatu masyarakat atau bangsa mengadopsi beberapa elemen kebudayaan material yang telah dikembangkan oleh bangsa lain ditempat lain.
5.    Perubahan yang terjadi karena suatu bangsa memodifikasi cara hidupnya dengan mengadopsisuatu pengetahuan atau kepercayaan baru atau karena perubahan dalam pandangan hidup dan konsepsinya tentang realitas.


BAB III
PENUTUP
A.    KESIMPULAN
Budaya adalah bentuk jamak dari kata budi dan daya yang berarti cinta. Beberapa ilmuwan seperti talcott Parson (Sosiolog) dan al-Kroeber (Antropolog) menganjurkan untuk membedakan wujud kebudayaan secara tajam sebagai suatu sistem. Di mana wujud kebudayaan itu adalah sebagai suatu rangkaian tindakan dan aktifitas manusia yang berpola.
Unsur pokok kebudayaan (menurut Bronislaw malinowski):
•    Sistem norma yang memungkinkan kerja sama antara para anggotan masyarakat didalam upaya menguasai alam sekelilingnya.
•    Organisasi ekonomi.
•    Alat-alat dan lembaga pendidikan
•    Organisasi pendidikan

B.    SARAN
Kami yakin dalam penyusunan makalah ini belum begitu sempurna karena kami dalam tahap belajar, maka dari itu kami berharap bagi kawan-kawan semua bisa memberi saran dan usul serta kritikan yang baik dan membangun sehingga makalah ini menjadi sederhana dan bermanfaat dan apabila ada kesalahan dan kejanggalan kami mohon maaf karena kami hanyalah hamba yang memiliki ilmu dan kemampuan yang terbatas.


DAFTAR PUSTAKA
Elly M. Setiadi, DKK. Ilmu Sosial dan Budaya Dasar. Bandung: Kencana, 2008.
Ahmadi, Abu. Ilmu Sosial Dasar. Jakarta: PT Rineka Cipta, 2003.
http://bukittingginews.com/2010/10/makalah-manusia-dan-kebudayaan/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar